Sinopsis Film Pengepungan di Bukit Duri, Perjuangan Bertahan Hidup
Red - 13 April 2025 - LifestyleNYALAUSANTARA, DEMAK- Di tengah gempita film-film drama aksi yang kerap mengandalkan formula klise, hadir sebuah karya baru yang menjanjikan pengalaman berbeda. Pengepungan di Bukit Duri menawarkan lebih dari sekadar cerita bertahan hidup dalam kekacauan, namun juga menyelipkan nilai-nilai emosional yang dalam, konflik sosial yang memanas, dan pencarian jati diri dalam situasi yang semakin ekstrem.
Film ini siap menggebrak layar bioskop Indonesia pada 17 April 2025 dengan sentuhan khas sutradara Joko Anwar, yang dikenal mahir menciptakan atmosfer menegangkan.
Mengisahkan perjalanan Edwin (Morgan Oey), seorang guru muda yang memilih untuk mengajar di SMA Duri—sebuah sekolah yang berada di kawasan timur Jakarta, dikenal dengan anak-anak didiknya yang bermasalah dan penuh tantangan.
Keputusan Edwin untuk bekerja di sekolah ini bukan hanya karena idealisme, melainkan juga karena misi pribadi: mencari keponakan yang hilang tanpa jejak sebagai wujud janji terakhir kepada kakaknya yang telah meninggal.
Namun, SMA Duri bukanlah tempat yang mudah untuk dijalani. Murid-murid yang keras, penuh amarah, dan tak segan-segan melawan siap menghadang di setiap langkah. Ketika Edwin berusaha mengungkap keberadaan keponakannya, ia juga harus menghadapi perilaku brutal siswa-siswanya yang semakin kehilangan arah. Ketegangan pun mencapai puncaknya saat Jakarta diguncang oleh kerusuhan besar yang membuat kota terperosok dalam kekacauan. Dalam keadaan darurat ini, Edwin terjebak di dalam sekolah bersama para siswa yang kini lebih berbahaya daripada sebelumnya.
Situasi berubah menjadi pertempuran hidup dan mati. Edwin, yang awalnya datang dengan misi sebagai guru damai, terpaksa berjuang dengan segala cara untuk bertahan hidup. Dalam konfrontasi sosial yang semakin memanas, Pengepungan di Bukit Duri menggambarkan ketegangan yang dipicu oleh isu-isu rasial, diskriminasi, dan potret suram generasi muda yang kehilangan arah.
Film ini bukan hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga menggali konflik-konflik sosial yang relevan dengan dinamika masyarakat Indonesia saat ini.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Volvo EX60 Resmi Meluncur di Eropa, SUV Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh hingga 810 Km
Lifestyle 2 jam lalu
ANTAM Luncurkan Emas Batangan Bertema Year of The Horse untuk Sambut Imlek 2026
Lifestyle 13 jam lalu
Akankah Nam Ji Hyun Menerima Lamaran Moon Sang Min di Drama To My Beloved Thief?
Lifestyle 21 jam lalu
Bersiap untuk Pengejaran Mendebarkan di Episode Terbaru Undercover Miss Hong!
Lifestyle 23 jam lalu
Jujutsu Kaisen S3 Episode 4: Mahakarya Visual yang Lupa Membangun Hati
Lifestyle 1 hari lalu
Terkini
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 27 menit lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 34 menit lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 1 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan dalam Pengangkatan Direksi BUMD
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Volvo EX60 Resmi Meluncur di Eropa, SUV Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh hingga 810 Km
Lifestyle 2 jam lalu
Kemenperin Siapkan Anggaran Efektif Rp2,11 Triliun pada 2026 untuk Perkuat Daya Saing Industri
Ekbis 2 jam lalu
Apresiasi Nasabah, Bank Jateng Undi Hadiah Miliaran
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Kaltim Siap Jadi Penggerak Ekonomi Nasional Seiring Perkembangan IKN
Ekbis 3 jam lalu
Perempuan Buruh Serabutan Ditemukan Tewas di Rumahnya di Ponorogo
Ragam Nusantara 4 jam lalu
10 Rescuer SAR Cilacap Dikirim ke Bandung Barat untuk Bantu Penanganan Longsor
Ragam Nusantara 5 jam lalu