RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Foto: Xinhua

Apa Alasan Mikrodrama Makin Populer di Indonesia

Rata-rata pelanggan melakukan 4-6 transaksi per bulan dengan nilai transaksi yang kecil namun konsisten, dan banyak yang mengikuti cerita hingga ratusan episode. Hal ini menunjukkan adanya loyalitas dan ketertarikan yang tinggi terhadap format naratif yang disajikan dalam bagian-bagian singkat.

"Saat ini banyak aplikasi mikrodrama yang menawarkan film secara gratis dengan sistem imbalan. Pengguna diminta menonton iklan sebelum mendapatkan film yang ingin ditonton. Ada juga yang berbayar, dan itu masih terjangkau," ungkap Uki yang bisa menghabiskan waktu satu jam lebih setiap harinya untuk menonton mikrodrama.

Meskipun industri mikrodrama di Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan dibandingkan dengan China, potensi pertumbuhannya sangat besar. Beberapa tantangan seperti waktu produksi yang relatif lama masih perlu diatasi agar industri lokal dapat berkembang lebih pesat. Namun, dengan semakin banyaknya platform dan kreator yang terlibat, serta minat konsumen yang terus meningkat, mikrodrama memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dari lanskap hiburan digital di Indonesia. 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua

Komentar

Baca Juga

Terkini