Bahagianya Anak-anak Ini Bermain dan Belajar di Lereng Merapi
Vidya Alka - 23 Oktober 2025 - RegionalNYALANUSANTARA, Mungkid- Belum lama ini, suasana ceria anak-anak memecah kesunyian di kawasan Lereng Merapi yang berada di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Mereka tengah mengikuti kegiatan 'Nature Walk', yaitu sebuah kegiatan bermain sambil belajar di alam terbuka yang difasilitasi oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Inside Out School (io_school) Yogyakarta bekerja sama dengan Asar Humanity.
Anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berasal dari Panti Madania Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, serta PKBM Inside Out School Magelang. Sepanjang perjalanan, mereka sesekali berhenti untuk mengamati keajaiban alam sekitar, seperti tanaman putri malu (Mimosa pudica) yang menguncup saat disentuh dan bunga dandelion lokal yang dikenal dengan nama Randa Tapak.
Ketua PKBM Inside Out School Magelang, Sulistiyawati, menjelaskan bahwa tujuan dari Nature Walk adalah untuk mendekatkan anak-anak kembali dengan alam bebas. "Nature Walk adalah perjalanan di alam untuk membuat anak-anak berelasi dan tertaut dengan alam yang menjadi tempat hidup dan bermain mereka," ujar Sulistiyawati.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya tentang bermain, tetapi juga tentang mengamati, memerhatikan, dan mensyukuri alam yang ada.
Sulistiyawati juga menyampaikan bahwa kegiatan di alam bebas ini dapat menumbuhkan berbagai potensi dan kecerdasan majemuk anak, seperti kecerdasan spasial visual, jasmani kinestetik, interpersonal, dan bahkan kecerdasan pada elemen natural.
"Dengan bermain di alam, anak-anak dapat meningkatkan beragam potensi, keterampilan, dan kecerdasan mereka," lanjutnya.
Kegiatan semacam ini juga menjadi alternatif di tengah maraknya kecanduan gadget dan internet di kalangan anak-anak. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan manfaat dari sinar matahari yang kaya akan vitamin D, sambil berinteraksi dengan teman-temannya dan mensyukuri alam ciptaan Tuhan.
Perjalanan Nature Walk dimulai dengan permainan tradisional Indonesia, seperti egrang, lompat tali, damdaman, dan dakon. Setelah sesi doa bersama dan pengenalan, Sulistiyawati bersama rombongan berjalan menuju hutan pendek dan tanggul Kali Putih.
Dalam kegiatan itu, anak-anak tidak hanya berekreasi, tetapi juga belajar mitigasi bencana Gunung Merapi. Mereka dibimbing oleh fasilitator dari io_school, Asar Humanity, serta anak-anak warga belajar yang sudah terbiasa menjelajah alam sekitar Kali Putih.
Di sepanjang perjalanan, anak-anak diajak untuk memahami pengetahuan lokal Merapi, seperti membaca tanda-tanda alam. Salah satu contohnya, jika puncak gunung terlihat mendung tebal, maka mereka disarankan untuk menunda permainan di sungai karena berpotensi terjadi banjir lahar dingin.
"Prinsip Nature Walk adalah bermain tanpa mengambil apa pun kecuali gambar, dan tidak meninggalkan apa pun kecuali jejak," jelas Sulistiyawati.
Revangga Twin, inisiator kegiatan dari Asar Humanity, mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, dengan belajar langsung di alam bebas, anak-anak mendapatkan pengalaman otentik yang tidak terlupakan, berbeda dengan pengalaman mereka yang biasanya terbatas di panti dan tengah hiruk-pikuk jalanan kota. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan prinsip Asar Humanity, yang berfokus pada pengembangan manusia dan filantropi.
Sulistiyawati menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk pembelajaran kontekstual, di mana anak-anak diajak mengenali tumbuhan dan karakter lingkungan di sekitar Kali Putih. Kegiatan semacam ini memberikan pengalaman belajar yang sepenuhnya bersumber dari alam sekitar.
Kegiatan ini rencananya akan berlanjut dengan Festival Dolanan Bocah dan Keceh Kali, yang melibatkan lebih banyak komunitas, sekolah, dan lembaga sosial di Yogyakarta dan Magelang.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 6 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 6 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 7 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 8 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 9 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 12 jam lalu