RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Terima 160 Mahasiswa UNSOED, Bupati Banyumas Berharap KKN Berdampak ke Masyarakat

NYALANUSANTARA, Banyumas– Sebanyak 160 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) resmi memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini berlangsung selama 35 hari, dimulai pada Rabu, 7 Januari 2026, dan akan berakhir pada 10 Februari 2026. Acara penerimaan berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Banyumas.

Sekretaris LPPM Universitas Jenderal Soedirman, Dr. Sri Wahyu Handayani, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa KKN kali ini akan tersebar di 9 desa di Kecamatan Somagede dan 6 desa di Kecamatan Kedungbanteng. Program KKN kali ini akan mengusung dua tema utama, yaitu KKN Tematik Reguler Pemberdayaan Masyarakat dan KKN Tematik Penurunan Bencana, sejalan dengan isu-isu aktual terkait mitigasi bencana yang tengah diperhatikan di Banyumas.

“Semoga mahasiswa sudah siap untuk bersinergi dengan masyarakat di desa-desa yang menjadi lokasi KKN,” harap Dr. Sri Wahyu Handayani.

Rektor UNSOED, Prof. Dr. Ir Akhmad Sodiq, MSc, Agr, juga memberikan pesan kepada para mahasiswa agar selalu menjaga kesehatan dan ketertiban selama masa penempatan. Menurutnya, dua hal tersebut menjadi kunci agar mahasiswa dapat menjalankan program-program KKN dengan maksimal, terutama yang berkaitan dengan Pemberdayaan Masyarakat.

“Program yang harus selalu diikuti adalah yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri,” ujar Prof. Akhmad Sodiq.

Pemberdayaan Masyarakat sendiri, jelasnya, merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Peran mahasiswa dalam program ini adalah membantu mengidentifikasi masalah dan mengembangkan potensi desa berdasarkan keilmuan yang telah dipelajari di bangku kuliah.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam sambutannya berharap kegiatan KKN ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya menerapkan teori dalam praktik, tetapi juga harus aktif di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi tantangan yang ada. Melalui tema "Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045", Bupati berharap KKN ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas desa agar lebih mandiri dan tangguh.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini