RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Kaliwedi Sragen Dari Desa Tertinggal Kini Jadi Desa Mandiri

“Dengan dukungan infrastruktur dan sumur-sumur dari dana desa, petani yang dulu hanya panen sekali setahun, sekarang bisa panen hingga tiga kali. Perekonomian warga naik. Desa kami jadi lebih dikenal,” kata Sutardi.

Ia menuturkan, Desa Jatibatur perlahan bangkit dari status desa tertinggal, naik menjadi desa maju, hingga kini menyandang predikat desa mandiri berkat dukungan berkelanjutan, termasuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyampaikan, berdasarkan data Indeks Desa 2025, kondisi desa di Jawa Tengah menunjukkan kemajuan signifikan.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki 2.208 desa mandiri, 3.921 desa maju, 1.666 desa berkembang, dan hanya tersisa 15 desa tertinggal. Adapun desa dengan status sangat tertinggal sudah tidak ada lagi. Menurut Nadi, tinggi lonjakan status desa tersebut merupakan hasil pendekatan kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang terus didorong Gubernur Ahmad Luthfi.

“Membangun desa tidak bisa dilakukan oleh satu OPD saja, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur. Kolaborasi menjadi kunci,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan bantuan keuangan desa menjadi faktor penting. Pada 2024, Bankeu desa dari Pemprov Jawa Tengah mencapai Rp 1,6 triliun dan meningkat menjadi Rp 1,7 triliun pada 2025.

“Nilainya hampir setara dengan dana desa dari pemerintah pusat. Saat dana desa menurun, bantuan provinsi menjadi angin segar bagi desa,” kata Nadi. Menurutnya, peningkatan status desa akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini