RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Sudah Siap Huni, Warga Terdampak Banjir di Agam Akhirnya Pindah dari Pengungsian ke Huntara

Huntara itu pun sudah teraliri listrik. Selain itu, air bersih juga tersedia untuk kebutuhan sehari-hari. Di setiap teras huntara, terdapat pot-pot tanaman yang menambah keasrian kompleks.

Untuk interior, pemerintah menyediakan sejumlah kebutuhan dasar seperti alas tempat tidur. Disediakan juga kipas angin, sapu, hingga kompor beserta gas elpiji yang siap untuk digunakan. Akomodasi juga diberikan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah penghuni tampak duduk lesehan di teras hunian. Anak kecil tampak senang saat bermain rumah-rumahan bersama orang tuanya. 

Di sudut lain, tiga orang ibu tengah makan bersama sambil mengasuh anak. Mereka tampak santai menikmati keseharian. Ada juga sejumlah penghuni yang tengah membawa peralatan dapur.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian meresmikan pemakaian 117 huntara di Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Sabtu (24/1).

"Hari ini hunian sementara (huntara) kita resmikan tepatnya di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam. Ini bentuk percepatan pemulihan bencana di Sumbar," kata Pratikno selaku KetuaTim Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra.

Menurutnya, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto percepatan dalam penanganan bencana harus dilakukan dengan cepat melibatkan semua pihak.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini