RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Sudah Siap Huni, Warga Terdampak Banjir di Agam Akhirnya Pindah dari Pengungsian ke Huntara

NYALANUSANTARA, Agam — Suasana riang tampak terasa di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Keriangan ini berasal dari warga terdampak banjir dan longsor yang memasuki Huntara Kayu Pasak.

Mereka kini bisa memiliki tempat berlindung yang aman dan nyaman untuk sementara waktu setelah menjadi korban bencana banjir pada akhir November 2025. Warga tak perlu lagi tinggal di pengungsian yang minim dengan fasilitas dasar.

“Lagi beres-beres tempat tidur. Merapi-rapikan arah mana kita mau tidur. Barang-barang posisi di mana kita taruh,” kata salah satu penghuni huntara, dikutip Senin (26/1).

Sebagian besar warga terdampak yang pindah ke Huntara Kayu Pasak ini adalah para pengungsi yang selama ini tinggal di gedung SDN 05 Kayu Pasak, tak jauh dari lokasi huntara. Mereka sudah tinggal di pengungsian sejak banjir melanda pada 27 November lalu.

"Sejak galodo (banjir bandang) tinggal di pengungsian (SDN 05 Kayu Pasak) sampai tadi. Malam ini tinggal di huntara,” kata calon penghuni lain pada Sabtu (24/1) malam.

Sejumlah warga sudah menempati huntara pada malam akhir pekan lalu. Beberapa tampak tengah membereskan alas tidur yang disumbangkan BNPB. Sambil merapikan interior, mereka juga menyalakan kipas angin dan mengisi daya ponsel pertanda listrik sudah stabil.

Pantauan di lapangan, puluhan huntara di Nagari Salareh Aia sudah rapi berdiri. Hunian berwarna putih itu sudah mulai ditinggali warga terdampak. Hal ini bisa dilihat dari nama-nama para penghuni yang sudah tertera di setiap hunian, lengkap dengan no dan blok hunian. 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini