RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

143 Rumah di Brebes Terdampak Tanah Gerak, Gubernur Luthfi Pastikan Percepatan Penanganan

Sementara itu, pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum telah didirikan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Pada kesempatan itu, Luthfi juga menyalurkan bantuan total Rp175,97 juta. Bantuan tersebut berasal dari BPBD Provinsi Jateng (Rp18,24 juta), Dinsos Jateng (Rp90,77 juta), Dishanpan (Rp18 juta), Dinas Kesehatan (Rp11,77 juta), Dinas Pendidikan (Rp27 juta), dan PMI (Rp 10,19 juta).

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi respons cepat Pemprov Jateng pada penanganan bencana di wilayahnya.

“Terima kasih banyak atas bantuan dan penanganan yang cepat. Bahkan datang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir lagi, kita gotong royong, semua sudah disiapkan oleh dinas Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Salah seorang warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Susi Susanti mengaku, harus mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk yang  bayi 10 bulan. Ia memilih mengungsi demi keselamatan anak-anaknya. Di pengungsian, ia berharap bantuan kebutuhan bayi seperti pampers, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia.

Warga lain, Tona, yang rumah kayunya berada di pinggir hutan dan dekat sungai, tak pernah tenang ketika hujan menderas. Sebab garis tepi kali atau sungai semakin dekat ke rumahnya.

“Sekarang lebih parah. Tanahnya cepat sekali bergerak. Kalau malam hujan deras, saya tidak bisa tenang,” katanya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini