Pemkab Cilacap Pastikan Puluhan KK Korban Longsor Dapat Menempati Huntara Tahap II
Zinur Iqro - 26 Februari 2026 - RegionalNYALANUSANTARA, Cilacap- Pemerintah Kabupaten Cilacap, bersama Forkopimda dan instansi terkait, memastikan bahwa 39 kepala keluarga korban bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, akan segera menempati Hunian Sementara (Huntara) Tahap II.
Komitmen tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar pada Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati Cilacap. Rakor dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono.
Penyediaan Huntara merupakan langkah strategis dalam penanganan darurat kebencanaan, dengan tujuan agar masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Taryo, mengungkapkan bahwa sebanyak 17 kepala keluarga telah menempati Huntara Tahap I pada bulan Januari lalu. Saat ini, 39 unit Huntara sedang dibangun untuk korban yang berada di zona merah.
“Setelah semua Huntara selesai, kami juga harus segera memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, barang-barang lainnya, serta pematangan lahan,” jelas Taryo.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menegaskan pentingnya kerja sama antara seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan agar setiap tahapan pembangunan Huntara dapat berjalan dengan tertib dan tepat waktu.
"Saya tekankan pentingnya ketepatan data penerima manfaat, penataan lokasi, serta dukungan pelayanan dasar agar Huntara bisa langsung dimanfaatkan secara optimal. Semoga ini dapat selesai sebelum Lebaran," harapnya.
Selain itu, rakor ini juga membahas peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, dengan mengacu pada perkiraan cuaca BMKG untuk periode akhir Februari hingga Maret 2026. Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Bagus Pramujo, memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih dapat terjadi hingga Maret, yang berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan angin puting beliung di wilayah dataran tinggi utara Kabupaten Cilacap.
"Perhatikan kekuatan benda tinggi seperti pohon besar, baliho, dan papan reklame karena potensi hujan lebat disertai angin kencang masih dapat terjadi," pungkasnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Mobil China Makin Dominan, Penjualan Melonjak 79 Persen di Indonesia
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Gubernur Jateng Ajak Kadin Berkolaborasi Atasi Kemiskinan Ekstrem
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Besok Siang Karnaval Paskah 2026 di Semarang, Jalan Pemuda Ditutup Sementara
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Kemenkum Jateng Teken Perjanjian Kerjasama dengan 4 Perguruan Tinggi
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Brebes Siap Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Terkini
Mobil China Makin Dominan, Penjualan Melonjak 79 Persen di Indonesia
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Gubernur Jateng Ajak Kadin Berkolaborasi Atasi Kemiskinan Ekstrem
Ragam Nusantara 7 jam lalu
SINOPSIS Gohan: Heart of Home, Kisah Haru tentang Kesetiaan dan Arti Kehadiran
Sinema 7 jam lalu
SINOPSIS Ip Man: Kung Fu Legend, Aksi Legendaris Penuh Konflik dan Perjuangan di Hong Kong
Sinema 8 jam lalu
Besok Siang Karnaval Paskah 2026 di Semarang, Jalan Pemuda Ditutup Sementara
Ragam Nusantara 8 jam lalu
SINOPSIS Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Drama Keluarga Penuh Emosi Tayang Mei 2026
Sinema 9 jam lalu
Kemenkum Jateng Teken Perjanjian Kerjasama dengan 4 Perguruan Tinggi
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Brebes Siap Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia
Ragam Nusantara 10 jam lalu
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan
Ekbis 10 jam lalu
Gubernur Jateng Ajak Camat dan Kepala Daerah Percepat Program Kecamatan Berdaya
Ragam Nusantara 11 jam lalu
OJK Perkuat Regulasi Tata Kelola dan Pengawasan Industri Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun
Ekbis 11 jam lalu