Serangan Trump terhadap Iran, Mendapat Kecaman dari Anggota Parlemen AS dari Partai Demokrat
- 02 Maret 2026 - Manca NegaraNYALANUSANTARA, Jakarta- Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat pada Sabtu (28/2) mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran tanpa otorisasi perang dari Kongres. Mereka menyatakan operasi tersebut menimbulkan "kekhawatiran hukum dan konstitusional yang serius."
"Berdasarkan kata-kata presiden sendiri, 'para pahlawan Amerika mungkin akan gugur,'" kata Senator Partai Demokrat Mark Warner, selaku wakil ketua Komite Khusus Senat Bidang Intelijen. "Hal itu saja seharusnya menuntut tingkat pengamatan, pertimbangan, dan akuntabilitas tertinggi, tetapi presiden tetap melanjutkan langkahnya tanpa meminta otorisasi Kongres".
"Konstitusi sudah jelas, keputusan untuk membawa bangsa ini ke dalam perang berada di tangan Kongres, dan peluncuran operasi militer skala besar, terutama tanpa adanya ancaman langsung terhadap AS, menimbulkan kekhawatiran hukum dan konstitusional yang serius," ujar Warner.
Senator veteran dari Partai Demokrat Tim Kaine menyebut serangan itu sebagai "kesalahan kolosal," serta mendesak rekan-rekannya untuk "segera kembali" ke Gedung Capitol guna melakukan pemungutan suara mengenai apakah mereka akan memberikan otorisasi atau membatasi serangan AS terhadap Iran.
"Selama berbulan-bulan, saya bersuara dengan lantang tentang fakta bahwa rakyat Amerika menginginkan harga yang lebih rendah, bukan lebih banyak perang, terutama perang yang tidak mendapat otorisasi Kongres sebagaimana diwajibkan Konstitusi dan tidak memiliki tujuan jelas," kata Kaine dalam sebuah pernyataan.
Senator Ruben Gallego, anggota Partai Demokrat dari Arizona, menulis di media sosial pada Sabtu pagi bahwa rakyat Amerika tidak seharusnya "menanggung kerugian terbesar demi perubahan rezim dan perang yang belum dijelaskan ataupun dibenarkan kepada publik Amerika."
Hakeem Jeffries, pemimpin Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, mengatakan Trump "gagal meminta otorisasi Kongres sebelum menyerang Iran".
Presiden AS mana pun, kecuali dalam "keadaan mendesak," "wajib meminta otorisasi untuk penggunaan kekuatan militer untuk pencegahan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan perang," kata Jeffries dalam sebuah pernyataan.
Dia juga menambahkan bahwa operasi yang sedang berlangsung tersebut, "telah membuat pasukan Amerika rentan terhadap tindakan balasan Iran".
"Semua yang saya dengar dari pemerintah sebelum dan setelah serangan terhadap Iran ini mengonfirmasi bahwa ini adalah perang atas pilihan sendiri tanpa tujuan akhir yang strategis," kata anggota DPR Jim Himes, anggota Partai Demokrat tertinggi di Komite Khusus Tetap DPR Bidang Intelijen.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Komentar
Baca Juga
Empat Kios di Kabupaten Semarang Terbakar, Diduga karena Lupa Matikan Kompor
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Antisipasi Situasi Kontijensi, Polres Semarang Gelar Simulasi
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Pra Desk Evaluasi ZI, Kemenkum Jateng Matangkan Kesiapan Menuju WBBM
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Apresiasi Petugas Keamanan, KAI Services Serahkan Piagam Penghargaan
Ragam Nusantara 11 jam lalu
CICPE 2026 Tampilkan Ribuan Merek Global di Hainan
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Terkini
Honor 600 Series Siap Rilis Global: Kamera 200MP dan Baterai Besar Jadi Andalan
Tekno 2 jam lalu
Bocoran Vivo X Fold 6: Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP Siap Gebrak Pasar Foldable
Tekno 3 jam lalu
Vivo T5 Pro 5G Siap Meluncur: Baterai Jumbo 9.020mAh dan Layar 144Hz Jadi Andalan
Tekno 4 jam lalu
ULASAN Ready or Not 2: Here I Come: Sekuel Ambisius yang Kehilangan Ketegangan
Sinema 6 jam lalu
SINOPSIS Songko: Horor Legenda Minahasa yang Menggali Teror dan Ketakutan Sosial
Sinema 7 jam lalu
512 Pramuka Siaga Ikuti LKS 2026 Kwarran Mijen di SDN Karangmalang
Ilmu 7 jam lalu
Empat Kios di Kabupaten Semarang Terbakar, Diduga karena Lupa Matikan Kompor
Ragam Nusantara 8 jam lalu
ULASAN Don’t Follow Me: Horor Media Sosial yang Menyentil Ambisi dan Realitas Digital
Sinema 8 jam lalu
Antisipasi Situasi Kontijensi, Polres Semarang Gelar Simulasi
Ragam Nusantara 9 jam lalu
ULASAN Turbulence: Thriller di Ketinggian dengan Ketegangan yang Belum Maksimal
Sinema 9 jam lalu
Pra Desk Evaluasi ZI, Kemenkum Jateng Matangkan Kesiapan Menuju WBBM
Ragam Nusantara 10 jam lalu