RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Kera Gua Kreo Berpesta, Tradisi Sesaji Rewanda di Semarang Dirawat sebagai Warisan Leluhur dan Daya Tarik Wisata

Makna tradisi tersebut telah ditegaskan oleh Ketua Pengelola Desa Wisata Kandri, Saiful Ansori. Ia menyebutkan bahwa keberadaan kera tidak dipandang sebagai gangguan, melainkan sebagai bagian dari warisan budaya.

“Monyet-monyet ini konon membantu Sunan Kalijaga, warga di sini diberi tugas dan amanah untuk melestarikan Gua Kreo dan Waduk Jatibarang, termasuk menjaga kera-kera yang ada ini,” ucap Saiful.

Nilai-nilai tersebut telah ditanamkan secara turun-temurun. Oleh sebab itu, harmoni antara manusia dan satwa tetap terjaga hingga kini.

“Makanya warga di sini tidak berani menangkap atau membunuh kera-kera di Gua Kreo. Kami hidup berdampingan dengan mereka satu sama lainnya,” lanjutnya.

Sesaji Rewanda diketahui telah menjadi bagian penting dalam tradisi Syawalan masyarakat Semarang. Rasa syukur atas rezeki, kesehatan, serta keselamatan hidup telah diwujudkan melalui ritual ini.
Nilai pelestarian juga ditekankan. Tradisi ini tidak hanya menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan alam dan sesama makhluk hidup.

Rangkaian acara telah diperkaya dengan pertunjukan “Mahakarya Gua Kreo” yang digelar sehari sebelumnya. Lebih dari 150 penari dan pemusik telah dilibatkan dalam pertunjukan kolosal tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menjelaskan bahwa rangkaian acara telah dirancang secara terintegrasi.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Holy

Komentar

Baca Juga

Terkini