RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

XINHUA

Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok

NYALANUSANTARA, TAIYUAN- Tren kerajinan tangan seperti tembikar, stiker dekoratif, hingga Perler Beads kini semakin populer di China, menandakan berkembangnya experience economy di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Aktivitas yang dulu dianggap sebagai hobi khusus kini bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup modern dan diminati secara luas, terutama oleh kalangan muda.

Berdasarkan data dari iiMedia Research, nilai pasar “konsumsi emosional” di Tiongkok telah melampaui 2,3 triliun yuan pada 2024 dan diproyeksikan menembus 4,5 triliun yuan pada 2029. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya minat terhadap pengalaman yang memberikan kepuasan emosional, bukan sekadar kepemilikan barang.

Fenomena ini terlihat dari menjamurnya workshop kerajinan tangan yang kini ramai dikunjungi, bahkan sering penuh saat akhir pekan. Di kota seperti Taiyuan, para pengunjung berkumpul untuk membuat berbagai kreasi, mulai dari merangkai manik-manik hingga membentuk tanah liat bersama teman atau pasangan, menjadikan aktivitas ini sekaligus sebagai sarana bersosialisasi.

Perubahan ini mencerminkan pergeseran pola konsumsi dari yang berorientasi pada produk menjadi pengalaman. Konsumen kini lebih menghargai proses kreatif dan nilai personal di balik suatu karya. Bahkan, hasil yang tidak sempurna justru dianggap lebih bermakna karena mencerminkan ekspresi diri.

Selain itu, aspek sosial dan kemudahan akses membuat aktivitas ini semakin diminati. Produk yang dihasilkan pun kerap dibagikan di media sosial, menciptakan siklus “membuat, menikmati, dan berbagi” yang memperluas daya tariknya.

Pertumbuhan tren ini juga berdampak pada sektor ekonomi lain. Data dari platform Qichacha menunjukkan hampir 7.000 perusahaan kerajinan tangan baru berdiri pada 2025, meningkat lebih dari 30 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa experience economy tidak hanya mengubah gaya hidup, tetapi juga membuka peluang bisnis dan lapangan kerja baru, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan di Tiongkok.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini