Tegaskan Kota Semarang Inklusif, Karnaval Paskah Berikan Panggung Bagi Difabel
Surya S I Kom - 18 April 2026 - RegionalNYALANUSANTARA, Semarang – Semangat inklusivitas yang dibangun dalam Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 tidak hanya berhenti pada simbol, tetapi diwujudkan secara nyata melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok difabel yang turut mengambil peran dalam rangkaian kegiatan. Di titik akhir perjalanan karnaval Paskah di depan kantor Balai Kota Semarang, kelompok difabel tampil memukau membawakan pertunjukan tari.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi menyiratkan pesan kuat tentang kesetaraan dan akses yang terbuka bagi semua.
Kehadiran difabel di panggung karnaval mempertegas bahwa ruang publik di Kota Semarang semakin inklusif di mana tidak sekadar memberi ruang, tetapi juga memberikan panggung yang setara untuk berekspresi dan dihargai.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari dinamika kota yang terus bergerak dan menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari kehidupan kota yang terus bergerak, menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk saling bertemu dan berbagi kebahagiaan di ruang publik,” ujarnya.
Lebih jauh, dirinya menggarisbawahi bahwa kekuatan kota justru lahir dari keberagaman yang dikelola dengan baik.
“Seringkali kita berpikir kebersamaan lahir karena kesamaan. Padahal justru karena perbedaan itulah kebersamaan menjadi kuat dan berarti,” tegasnya.
Karnaval Paskah tahun ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana ruang sosial dibangun agar mampu merangkul semua lapisan masyarakat secara adil dan setara.
Di tengah riuh perayaan, pesan inklusivitas itu justru berbicara paling lantang bahwa kota yang maju bukan hanya yang tumbuh secara fisik, tetapi yang mampu memastikan setiap warganya hadir, terlihat, dan dihargai. Dari langkah para difabel yang tampil percaya diri di ruang publik, kota Semarang menegaskan satu hal bahwa kesetaraan bukan sekadar wacana, melainkan praktik yang terus dihidupkan bersama.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Holy
Komentar
Baca Juga
Tegaskan Kota Semarang Inklusif, Karnaval Paskah Berikan Panggung Bagi Difabel
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Melesat, Capai Ribuan Ton
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 15 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 17 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 19 jam lalu
Terkini
Tegaskan Kota Semarang Inklusif, Karnaval Paskah Berikan Panggung Bagi Difabel
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Melesat, Capai Ribuan Ton
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Xiaomi Hadirkan Robot Vacuum H50 Series di Indonesia, Solusi Bersih Pintar Hingga 15.000Pa
Tekno 12 jam lalu
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 13 jam lalu
Ford RMA Indonesia Resmi Buka FEC Sunter Guna Perkuat Komitmen Jangka Panjang di Indonesia
Lifestyle 13 jam lalu
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 13 jam lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 14 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 15 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 15 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 16 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 16 jam lalu