RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

berita.batangkab.go.id

Hari Pertama Masuk, Penjabat Bupati Batang Tekankan Kehadiran ASN di Pelayanan Publik

NYALANUSANTARA, Batang - Hari pertama masuk bertugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, menekankan pentingnya kehadiran fisik para ASN, terutama bagi yang bertugas di bidang pelayanan publik. 

Saat ini, inspeksi mendadak (sidak) belum dilakukan, namun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) meminta ASN untuk menunjukkan absensi.

“Kendati demikian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tetap mewajibkan ASN menunjukkan absensi,” katanya, saat ditemui usai menggelar halal bi halal dengan seluruh ASN, di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (16/4/2024).

Pj Bupati Lani Dwi Rejeki menjelaskan bahwa penerapan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) mengikuti imbauan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), dengan pengecualian tertentu. 

WFH hanya berlaku bagi ASN yang bertugas di bidang administrasi pemerintahan, sementara ASN yang terlibat langsung dalam pelayanan publik diharapkan hadir di kantor (WFO).

“WFH hanya bagi ASN yang bertugas di bidang penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Sedangkan bagi penyelenggara pelayanan publik, semuanya WFO,” jelasnya.

Kabid Informasi dan Pengaduan Mall Pelayanan Publik (MPP) Batang, Sri Kunasih, melaporkan bahwa pelayanan publik telah dibuka sejak pagi hari, dan puluhan warga telah berduyun-duyun menuju gerai pelayanan untuk memperoleh layanan sesuai kebutuhan. 

Dari 28 gerai dengan 373 layanan, sebagian besar telah beroperasi sesuai jadwal yang ditetapkan.

Lonjakan pemohon terjadi pada hari pertama pembukaan setelah libur panjang Lebaran, terutama untuk layanan kejaksaan E-Tilang, pembuatan KTP, dan paspor. Meskipun demikian, pelayanan tetap berjalan lancar dengan penuh semangat melayani masyarakat.

“Jika didata ada 200 pemohon tiap minggunya, didominasi oleh layanan kejaksaan untuk E-Tilang, pembuatan KTP dan paspor,” ujar dia.

Dengan penekanan kehadiran ASN di pelayanan publik dan penerapan WFH dan WFO yang disesuaikan, Pemerintah Kabupaten Batang berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di tengah-tengah situasi yang terus berubah.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini