Dies Natalis ke- 16, PerCa Terus Perjuangkan Hak Kewarganegaraan Anggotanya
Intan Fitria - 24 Mei 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Semarang- Ketua Umum Masyarakat Perkawinan Campur (PerCa) Indonesia, Analia Trisna Stamenkovic terus memperjuangkan hak dwi kewarganegaraan untuk komunitasnya, terutama bagi anak-anak mereka. Hal itu disampaikan Analia dalam dies natalis ke- 16 PerCa Indonesia dan Ke- 6 PerCa Jateng yang diadakan di Gedung Monod Diephuis & Co, Kota Lama Semarang, Jumat (24/5/2024).
PerCa merupakan perkumpulan warga negara Indonesia yang menikah dengan warga negara asing.
Menurut Analia pemerintah harus menyikapi hak kewarganegaraan hasil perkawinan campuran secara menyeluruh. selama ini anak yang berusia dibawah 21 tahun memiliki Dwi kewarganegaraan namun setelah 21 tahun mereka diminta untuk memilih kewarganegaraannya.
Ia berharap jika anak anak atau keturunan mereka tidak diperbolehkan dwi kenegaraan, maka pemerintah diminta untuk memberikan kelonggaran atau tidak menyamakannya sebagai WNA Murni, terutama saat anak-anak mereka memilih kembali ke Indonesia.
Untuk mencapai hal itu, PerCa terus berjuang salah satunya dengan melakukan advokasi berupa dialog dan audiensi dengan pihak pembuat dan pelaksana aturan hukum, seperti Kementrian Hukum dan HAM serta Disdukcapil.
"Kami juga melakukan sosialisasi. Dalam hal ini penyebarluasan dan penyampaian informasi untuk mendorong anggota memahami dan menaati aturan hukum yang berlaku," kata Analia.
Selanjutnya, berkaitan dengan konsultasi, Perca siap membantu para anggotanya yang membutuhkan masukan, solusi dan arahan sesuai aturan.
"Aturan-aturan ke depannya akan terus berubah, peran kami memberikan masukan ke lembaga terkait dan pemerintah," sambungnya.
Sedangkan Ketua Perca Jateng Godeliva Kristanti atau Ifa Nielsen menambahkan, pada momentum ini pihaknya sengaja memilih kawasan Kota Lama Semarang untuk mengenalkan destinasi ini kepada anggota Perca.
"Kegiatan dilangsungkan di lokasi yang berbeda, tahun ini di Kota Semarang, khususnya Kota Lama. Ada ragam acara seperti bazar, fashin show, dinner, dan sebagainya," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Semarang, Susi Herawati menilai, keberadaan Perca sebagai organisasi masyarakat perkawinan campur, memainkan peran penting dalam persatuan dan kesatuan bangsa.
"Keberagaman ini menjadi kekuatan yang harus dijaga dan dilestarikan. Ini contoh nyata keberagaman dapat hidup berdampingan secara harmomis," sebutnya.
Saat ini PerCa beranggotakan lebih dari 5.000 anggota keluarga.
Adapun anak-anak atau keturunan mereka, ada yang tinggal di Indonesia, ada pula yang menempuh pendidikan di luar negeri.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Terkini
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 3 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 4 jam lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 5 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 6 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 6 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 8 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 9 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 9 jam lalu