RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Ngeri! Potensi Limbah Popok Bayi Bisa 3.000 Ton per Hari 

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Bank Sampah Bersinar, Febrianti SR, menyampaikan tantangan dalam pengelolaan sampah popok dan pembalut bekas sekali pakai.

"Kami mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik bisa disalurkan ke bank sampah," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa masih banyak sampah residu, seperti popok bayi, yang belum terkelola dengan baik. Meskipun penggunaan popok sekali pakai lebih praktis, ia mendorong penggunaan produk yang dapat digunakan kembali, seperti clodi (cloth diaper).

"Namun, kami juga memahami bahwa tidak semua ibu memiliki waktu dan tenaga untuk menggunakan popok kain, sehingga kami menyediakan solusi pengolahan sampah popok sekali pakai," ujarnya.

Bank Sampah Bersinar pun memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membersihkan popok bekas sebelum disetorkan.

"Sampah popok yang disetorkan harus bersih dari kotoran padat, namun urine tidak masalah karena mengandung urea yang dapat digunakan untuk pupuk cair organik," kata Febrianti.

Popok yang sudah dibersihkan kemudian diproses untuk memisahkan fiber, plastik, dan cairan organiknya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Tahniah Kimya

Komentar

Baca Juga

Terkini