SMPN 7 Batang Tumbuhkan Semangat Pelajar dalam Melestarikan Budaya Jawa
Red - 22 Agustus 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Batang - SMPN 7 Batang resmi dikukuhkan sebagai Sekolah Unggulan di bidang Budaya Jawa, dengan misi menjaga dan melestarikan warisan leluhur yang luhur.
Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap kekhawatiran para pendidik terhadap generasi muda yang mulai meninggalkan identitas budaya Jawa.
Dengan slogan "Nuladha Laku Utama" yang terinspirasi dari Surat Al-Ahzab ayat 21, serta "Siswa Sejati Siswaning Pribadi" dari Surat Al-Hasyr ayat 19, sekolah ini menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan kepada para siswa.
Para siswa menunjukkan kemampuan mereka dalam seni tradisional Jawa seperti melantunkan tembang, sastra, dan tarian.
Kepala SMPN 7 Batang, Mochamad Santoso, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari kecemasan para pendidik terhadap kurangnya minat siswa dalam melestarikan budaya Jawa.
"Kami melihat budaya Jawa yang mulai ditinggalkan oleh anak-anak. Setelah sekolah ini dikukuhkan, kami berharap semangat untuk melestarikan tradisi, seni, dan budaya leluhur semakin tumbuh," ujarnya saat memamerkan keterampilan siswa dalam permainan congklak dan membatik di halaman sekolah, Rabu (21/8/2024).
Santoso juga menjelaskan bahwa siswa yang memiliki bakat dan minat di bidang seni selalu mendapatkan dukungan penuh, seperti pendampingan dalam tembang Jawa hingga seni membatik.
Meski demikian, ia mengakui bahwa mempertahankan semangat siswa untuk melestarikan budaya Jawa bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, pihaknya akan mengagendakan ekstrakurikuler yang menunjang bakat siswa, seperti menulis aksara Jawa dan seni gamelan.
Anggota DPRD Batang, Faturrochman, turut mendukung inisiatif ini dan berencana menyumbangkan seperangkat gamelan pada tahun 2025. Ia menilai, upaya SMPN 7 Batang dalam mengusung budaya Jawa di tengah arus modernisasi sebagai langkah yang luar biasa.
"Di era modern ini, mendukung budaya Jawa adalah tantangan besar, terutama ketika banyak generasi muda lebih tertarik pada budaya asing. Namun, semangat seperti ini perlu didukung sebagai solusi untuk membiasakan budaya Jawa," tegasnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Bawaslu Kota Semarang Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Perkuat Partisipasi Masyarakat
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Terkini
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 57 menit lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 1 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 2 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 3 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 4 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 4 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 6 jam lalu