Konten dan Keragaman Budaya Lokal Jadi Masa Depan AI Indonesia
Fatih Tarusbawa - 25 September 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Jakarta- Keragaman budaya Indonesia memiliki peluang berkembang menjadi landasan membangun ekosistem kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Menurut Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Hokky Situngkir, konten yang diproduksi oleh masyarakat Indonesia, baik di era digital maupun sebelumnya, menjadi kekuatan unik yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan teknologi AI.
Hal itu disampaikan Hokky Situngkir dalam Workshop “AI Ecosystem Development” di Jakarta Selatan, Selasa (24/09/2024).
“Sebenarnya kita adalah masa depan Indonesia karena konten kita luar biasa, bukan hanya populasi, bukan jumlah, volume tapi juga keragaman,” katanya.
Ia menambahkan keragaman itu, tercermin dengan data Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna digital yang sangat besar. Indonesia tercatat sebagai pengguna nomor empat terbesar di YouTube, nomor tiga di WhatsApp, dan nomor dua di TikTok.
“Angka-angka ini menunjukkan betapa terhubungnya masyarakat kita dalam ekosistem digital. Kita sebagai bangsa tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga produsen konten. Tanpa konten, konektivitas kita menjadi hambar apa yang dikomunikasikan kalau tidak ada konten,” jelasnya.
Hokky juga mengingatkan peluang Indonesia dalam memproduksi konten lokal yang kaya dan beragam untuk mendukung pengembangan teknologi AI. “Kita memiliki 714 bahasa di seluruh nusantara, dan ini merupakan peluang besar bagi pengembangan teknologi AI, terutama dalam hal Large Language Model yang mampu mengenali dan memahami bahasa-bahasa daerah,” ujarnya.
Ia menyatakan upaya untuk mendigitalisasi konten budaya sudah dimulai lebih dari satu dekade lalu. Menurutnya, upaya ini menjadi dasar penting bagi pengembangan AI yang lebih inklusif dan adaptif terhadap keragaman budaya.
“Sebelum era digital pun, kita sudah menghasilkan konten yang luar biasa, dan sekarang dengan teknologi AI, kita bisa memproses dan mengembangkan konten tersebut menjadi aset yang lebih berharga,” katanya.
Mengenai aspek keamanan data, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menegaskan bahwa pengembangan AI harus mempertimbangkan aspek pertahanan atau defensif, terutama terkait dengan perlindungan data pribadi.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan dalam Pengangkatan Direksi BUMD
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Apresiasi Nasabah, Bank Jateng Undi Hadiah Miliaran
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Perempuan Buruh Serabutan Ditemukan Tewas di Rumahnya di Ponorogo
Ragam Nusantara 3 jam lalu
10 Rescuer SAR Cilacap Dikirim ke Bandung Barat untuk Bantu Penanganan Longsor
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Sengketa Batas Tanah Berujung Carok Maut di Jember, Satu Warga Tewas
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Terkini
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 30 menit lalu
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan dalam Pengangkatan Direksi BUMD
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Volvo EX60 Resmi Meluncur di Eropa, SUV Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh hingga 810 Km
Lifestyle 1 jam lalu
Kemenperin Siapkan Anggaran Efektif Rp2,11 Triliun pada 2026 untuk Perkuat Daya Saing Industri
Ekbis 1 jam lalu
Apresiasi Nasabah, Bank Jateng Undi Hadiah Miliaran
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Kaltim Siap Jadi Penggerak Ekonomi Nasional Seiring Perkembangan IKN
Ekbis 2 jam lalu
Perempuan Buruh Serabutan Ditemukan Tewas di Rumahnya di Ponorogo
Ragam Nusantara 3 jam lalu
10 Rescuer SAR Cilacap Dikirim ke Bandung Barat untuk Bantu Penanganan Longsor
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Sengketa Batas Tanah Berujung Carok Maut di Jember, Satu Warga Tewas
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Cegah Kecelakaan Berulang, Satpol PP Kota Semarang Perbaiki Jalan Berlubang di Sompok
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Masuk Semarang Tanpa Dokumen Kesehatan, 120 Ton Bawang Bombay Ilegal Dimusnahkan Polisi
Ragam Nusantara 6 jam lalu