Program Desa Cantik di Batang Tingkatkan Pengelolaan Data untuk Pembangunan Desa
Red - 22 Oktober 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Batang – Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) terus diperkuat di Kabupaten Batang guna mendorong pembangunan berbasis data yang akurat dan relevan.
Pada pembinaan ke-6 yang dilaksanakan di Desa Banteng, Kecamatan Tersono, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral serta pelayanan publik di bidang statistik.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batang, Heni Djumadi, menekankan pentingnya program Desa Cantik yang dirancang untuk membantu desa dan kelurahan mengidentifikasi kebutuhan data dan potensi wilayahnya.
"Program ini diharapkan dapat membantu pengentasan kemiskinan dan memungkinkan desa untuk mengelola serta menghasilkan produk statistik secara mandiri," ungkapnya.
Dalam pembinaan kali ini, fokus utama adalah pemenuhan bukti dukung Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dan Lembar Kerja Desa (LKD), serta penguatan terkait pengolahan data dalam bentuk grafik.
Para peserta, yang terdiri dari perangkat desa, dilatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengolah dan menyajikan data secara visual. Tujuannya adalah agar data tersebut dapat digunakan untuk pengambilan keputusan serta perencanaan pembangunan di desa.
"Desa Cantik bertujuan untuk membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat desa dalam mengelola data statistik sebagai dasar perencanaan. Dengan data yang valid, pembangunan desa akan lebih tepat sasaran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan tata kelola desa yang lebih baik," tambah Djumadi.
Desa Banteng juga diharapkan menjadi contoh desa yang efektif memanfaatkan data untuk pembangunan di berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga penanggulangan stunting. Desa tersebut mencatat skor LKE mandiri yang sangat baik, yakni 98,04%.
Sekretaris Desa Banteng, Hidayatullah, turut menjelaskan penerapan aplikasi Sistem Informasi Layanan Administrasi Kependudukan Terpadu (SIPANDU) di desa mereka.
"Aplikasi ini memungkinkan pembaruan data kependudukan secara real-time, otomatisasi penomoran surat, dan visualisasi data yang mendukung pengambilan keputusan cepat," ujarnya.
Dengan inovasi ini, Desa Banteng diharapkan dapat meningkatkan efisiensi administrasi serta pelayanan publik melalui sistem yang lebih cepat, responsif, dan transparan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Mahasiswa Indonesia di China Soroti Kebijakan Teknologi dan Revitalisasi Desa dalam “Dua Sesi”
Ragam Nusantara 13 menit lalu
Kemenkum Jateng Berbagi Takjil Gratis, Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kemenkum Jateng Salurkan Bakti Sosial ke Panti Asuhan Siti Khadijah Semarang
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk Masyarakat Pekerja Informal
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Mahasiswa Indonesia di China Bahas Peluang Kerja Sama Dua Negara
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Terkini
SINOPSIS Tiba-Tiba Setan Siap Tayang April 2026
Sinema 3 menit lalu
Mahasiswa Indonesia di China Soroti Kebijakan Teknologi dan Revitalisasi Desa dalam “Dua Sesi”
Ragam Nusantara 13 menit lalu
SINOPSIS Tunggu Aku Sukses Nanti, Angkat Tekanan Sosial Saat Kumpul Keluarga Lebaran
Sinema 1 jam lalu
Penyanyi Piche Kota Ditahan Polisi Usai Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerkosaan
Lifestyle 2 jam lalu
Menkeu Purbaya Ingatkan Risiko Ekonomi RI dari Konflik AS–Israel dan Iran
Ekbis 2 jam lalu
Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran, Harga Relatif Terkendali
Ekbis 3 jam lalu
Bayern Munchen Pesta Gol 6-1 atas Atalanta, Kompany Puji Ketajaman Serangan
Sport 4 jam lalu
Kemenkum Jateng Berbagi Takjil Gratis, Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Hansi Flick Akui Barcelona Terlalu Sering Kehilangan Bola Saat Ditahan NewcastleN
Sport 5 jam lalu
Kemenkum Jateng Salurkan Bakti Sosial ke Panti Asuhan Siti Khadijah Semarang
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk Masyarakat Pekerja Informal
Ragam Nusantara 7 jam lalu