RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Program Desa Cantik di Batang Tingkatkan Pengelolaan Data untuk Pembangunan Desa

NYALANUSANTARA, Batang – Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) terus diperkuat di Kabupaten Batang guna mendorong pembangunan berbasis data yang akurat dan relevan.

Pada pembinaan ke-6 yang dilaksanakan di Desa Banteng, Kecamatan Tersono, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral serta pelayanan publik di bidang statistik.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batang, Heni Djumadi, menekankan pentingnya program Desa Cantik yang dirancang untuk membantu desa dan kelurahan mengidentifikasi kebutuhan data dan potensi wilayahnya.

"Program ini diharapkan dapat membantu pengentasan kemiskinan dan memungkinkan desa untuk mengelola serta menghasilkan produk statistik secara mandiri," ungkapnya.

Dalam pembinaan kali ini, fokus utama adalah pemenuhan bukti dukung Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dan Lembar Kerja Desa (LKD), serta penguatan terkait pengolahan data dalam bentuk grafik.

Para peserta, yang terdiri dari perangkat desa, dilatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengolah dan menyajikan data secara visual. Tujuannya adalah agar data tersebut dapat digunakan untuk pengambilan keputusan serta perencanaan pembangunan di desa.

"Desa Cantik bertujuan untuk membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat desa dalam mengelola data statistik sebagai dasar perencanaan. Dengan data yang valid, pembangunan desa akan lebih tepat sasaran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan tata kelola desa yang lebih baik," tambah Djumadi.

Desa Banteng juga diharapkan menjadi contoh desa yang efektif memanfaatkan data untuk pembangunan di berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga penanggulangan stunting. Desa tersebut mencatat skor LKE mandiri yang sangat baik, yakni 98,04%.

Sekretaris Desa Banteng, Hidayatullah, turut menjelaskan penerapan aplikasi Sistem Informasi Layanan Administrasi Kependudukan Terpadu (SIPANDU) di desa mereka.

"Aplikasi ini memungkinkan pembaruan data kependudukan secara real-time, otomatisasi penomoran surat, dan visualisasi data yang mendukung pengambilan keputusan cepat," ujarnya.

Dengan inovasi ini, Desa Banteng diharapkan dapat meningkatkan efisiensi administrasi serta pelayanan publik melalui sistem yang lebih cepat, responsif, dan transparan.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini