Sanjaya Thanry Bahtera Sragen Adakan Walk in Interview, Tiga Calon Pekerja Migran Ini Sampaikan Alasannya Pilih ke Polandia
Zinur Iqro - 22 Oktober 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Sragen- PT Sanjaya Thanry Bahtera (STB), kembali melakukan walk in interview untuk para pekerja migran yang akan berangkat ke negara Polandia. Kali ini walk in interview tersebut diadakan untuk para pekerja migran yang mendaftar lewat PT Sanjaya Thanry Bahtera Cabang Sragen, pada Kamis, 10 Oktober 2024.
Para calon pekerja migran tersebut langsung diwawancarai oleh Direktur PT Sanjaya Thanry Bahtera, Erry Indriani. Pertanyaan yang dtanyakan Miss Erry, berkaitan dengan pengalaman kerja, tujuan berangkat kerja ke Polandia, dan pekerja migran punya alergi terhadap cuaca.
Dalam Walk in Interview tersebut, Miss Erry menekankan pada kemampuan bahasa Inggris para calon pekerja migran. Sehingga bila ada calon pekerja migran dalam interview tersebut kemampuannya kurang, maka diminta untuk kembali mengikuti interview berikutnya dengan catatan penguasaan bahasa Inggris-nya mengalami perkembangan.
Acara Walk in Interview tersebut diikuti puluhan calon pekeja migran, mereka diantaranya Eko Prasetyo asal Sragen, Yohanes Bahar dari Kebumen, dan Alvi Mawaddah asal Gemantar, Mondokan, Kabupaten sragen.
Ditemui di sela-sela kegiatan walk in interview tersebut, ketiga calon pekerja migran tersebut menyampaikan alasannya memilih berangkat bekerja ke luar negeri dengan negara tujuan Polandia.
Yohanes Prasetyo yang sengaja datang jauh-jauh ke Sragen, untuk mengikuti walk in interview mengungkapkan dirinya memilih bekerja ke Polandia karena gaji di negara tersebut enak untuk tempat tujuan kerja dengan gaji yang ditawarkan reasonable.
"Banyak yang bilang Polandia ini,negaranya enak untuk bekerja dan reasonable dalam hal gaji dan jenis pekerjaannya sehingga saya memutuskan untuk berangkat ke Polandia," ujar Yohanes.
Ia menambahkan dirinya mengakui memiliki pengalaman kerja di luar negeri tepatnya di Kamboja. "Ada pengalaman luar negeri sebagai receptionis dan waitres di Kamboja. Kebetulan ikut paman, beliau buka kafe di sana. Tapi semenjak paman saya meninggal, jadi saya putuskan untuk pulang," ucapnya.
Yohanes menambahkan dirinya memilih kerja ke luar negeri karena hanya lulusan SMK. "Bagi saya sendiri, karena hanya lulusan SMK itu susah untuk cari kerja di sini. Ijazah saya bisa dibilang tidak laku, dan semenjak kemarin almarhum paman saya mengajak saya ke Kamboja membuat saya memiliki gambaran kerja di luar negeri. Oh ternyata di sini, saya bisa dihargai lho meskipun ijazah saya. Jadi kalau bisa ke luar (negeri), ayo keluar. Karena memang profitnya besar banget," tandasnya.
Karena pernah bekerja ke luar negeri, sehingga membuat Yohanes tidak banyak mempersiapkan diri. "Tapi bagi saya yang jelas untuk dipersiapkan adalah penguasaan bahasa Inggris dulu, terus prepare untuk ke musim dingin karena nantinya saya bakal merasakan untuk pertama kalinya musim dingin sehingga saya harus mempersiapkan pakaian yang tebal," imbuhnya.
Sedangka Eko Prasetyo mengaku mengetahui adanya pekerjaaan di Polandia dari temannya yang sudah bekerja di negara yang berada di benua Eropa tersebut. "Saya tahu dari teman saya yang telah bekerja di sana, dan menurut saya Polandia itu negaranya bersih serta sangat tertata." katanya.
"Dari cerita teman negaranya sangat menyenangkan, sistem kerjanya tidak jauh beda dari Indonesia yakni 8 jam perhari atau bisa lebih serta jaminan kerja lebih bagus daripada negara kita tercinta. Untuk gaji kata teman saya sampai Rp20 jutaan itu masih kotor belum dipotong biaya makan dan keperluan lain," ungkap Eko.
Eko yang telah berumah tangga tersebut menyampaikan alasannya berangkat ke Polandia, karena ingin mencari modal buat usahanya kelak di kemudian hari. "Kalau saya pertama mencari modal untuk usaha kedepannya, saya kan juga sudah berkeluarga dan ingin membahagiakan keluarga saya. Selain itu saya ingin ke Tanah Suci," tukas Eko.
Ayah dua orang anak tersebut, mengungkapkan sudah mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke Polandia."Kalau saya preparenya untukmusim dingin, kalau di Indonesia kan cuacanya panas jadi saya akan siapkan kayak jaket. Selain itu saya juga harus siapkan mental dan fisik juga," ucapnya.
"Sebetulnya berat juga meninggalkan anak dan istri, tapi mau bagaimana lagi ini semua juga buat masa depan anak-anak dan keluarga saya," pungkasnya.
Sedangkan salah satu calon pekerja migram perempuan, yakni Alvi Mawaddah mengaku dirinya memilih untuk berangkat ke Polandia karena gaji yang ditawarkan di sana lebih besar dibandingkan di dalam negeri. "Di Polandia gajinya lebih besar, selain itu pingin nyoba pengalaman hidup di Eropa," kata Alvi.
Alvi mengaku dirinya tahu gaji di Polandia sangat besar dari media sosial yang diikutinya. "Di medsos banyak yang mereview gaji di Polandia lumayan besar," ujarnya.
Ia menambahkan kini tengah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Polandia. "Saya siapkan bahasanya,kayak bahasa Inggris saya lebih dimantapkan lagi serta fisik saya untuk dilatih," tandasnya.
Alvi mengaku saat ini bekerja sebagai admin PT PNM. "Sebelumnya kerja di toko sebagai kasir, selanjutnya di PNM sebagai admin," pungkasnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Diplomasi Prabowo Dari Menhan Hingga Presiden, Tetap Konsistensi Membela Kedaulatan Palestina
Ragam Nusantara 56 menit lalu
Pemkot Semarang Tambal Jalan Berlubang di Sejumlah Ruas Jalan
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kemenkum Jateng Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Posbankum
Ragam Nusantara 2 jam lalu
DWP Kemenkum Jateng Tebar Kepedulian di Panti Asuhan Rumah Anak Surga
Ragam Nusantara 3 jam lalu
TNI Tak Hanya Bersih-bersih Namuan Juga Lakukan Renovasi Rumah hingga Sekolah di Aceh Tamiang
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Terkini
Persijap Jepara Banyak Datangkan Pemain Berpengalaman dari ISL
Sport 26 menit lalu
Diplomasi Prabowo Dari Menhan Hingga Presiden, Tetap Konsistensi Membela Kedaulatan Palestina
Ragam Nusantara 56 menit lalu
Pemkot Semarang Tambal Jalan Berlubang di Sejumlah Ruas Jalan
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kemenkum Jateng Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Posbankum
Ragam Nusantara 2 jam lalu
DWP Kemenkum Jateng Tebar Kepedulian di Panti Asuhan Rumah Anak Surga
Ragam Nusantara 3 jam lalu
TNI Tak Hanya Bersih-bersih Namuan Juga Lakukan Renovasi Rumah hingga Sekolah di Aceh Tamiang
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Di Era Presiden Prabowo, Indonesia Disebut Ekonom Global Jadi Primadona Investasi
Ekbis 5 jam lalu
Pengamat Puji Ketegasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal, Kini Harga Timah Melonjak
Ekbis 6 jam lalu
Diprediksi Ekonomi RI Tetap Stabil Meski Tekanan Terhadap Rupiah Meningkat
Ekbis 7 jam lalu
Sudah Siap Huni, Warga Terdampak Banjir di Agam Akhirnya Pindah dari Pengungsian ke Huntara
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 9 jam lalu