RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Agustin Iswar Ingin Kreak-kreak Hilang di Kota Semarang

"Kriminalitas di Kota Semarang yang akhir-akhir ini mengganggu kita semua itu banyak dilakukan anak muda atau remaja, ini yang tadi saya sampaikan. Memang beliau berdua (Agustin Iswar) tadi sudah menyampaikan komitmennya untuk menjaga Kamtibmas di Kota Semarang salah satunya adalah mencari akar sumber masalah dari mereka berbuat seperti itu, ada beberapa ruang yang perlu disiapkan untuk menyalurkan hobi anak-anak tersebut," ucapnya usai acara tersebut.

Menurut Suharno, solusi yang disampaikan Agustin-Iswar agar tidak hanya penyediaan fasilitas untuk menyalurkan hobi saja. "Namun juga perlu melibatkan juga para tokoh masyarakat dan agama termasuk Ketua RT serta RW. 

Sedangkan Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang Prof. Dr. Masrukhi, MPd, menjelaskan Publik Hearing tersebut menjadi salah satu media untuk pihaknya memperkenalkan program-program dari pasangan calon yang maju dalam Pilwalkot Semarang 2024. "Sudah tentu melalui publik hearing tersebut terjadi pertama dialog yang intensif tentang program dari calon walikota dan wakil walikota lalu juga harapan dari audiens yang khusus hari ini adalah seluruh pimpinan yang lengkap dari perserikatan Muhammadiyah. Sehingga harapannya jangan sampai kita membeli kucing dalam karung," ungkapnya.

Tujuan kegiatan tersebut, ujar Prof Masrukhi adalah pendidikan politik kepada masyarakat. "Bahwa kita harus menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya supaya tidak acuh, golput dan abai terhadap demokrasi," pungkasnya.


Rektor Unimus: Munculnya Calon Pimpinan Non Islam di Negara Berlandaskan Pancasila Sah-sah Saja
Semarang- Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang Prof. Dr. Masrukhi, MPd, negingatkan hidup di negara yang berlandaskan Pancasila, maka harus menghormati plularitas beragama begitupun juga dalam Pilwalkot Semarang yang muncul calon yang non Islam tentu sah-sah saja.

"Di negara Pancasila ya kita menghormati plularitas beragama, jadi munculnya calon non Islam tentu sah-sah saja, wajar saja," tandasnya usai Pendidikan Politik dan Publik Hearing yang diadakan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), pada Minggu 10 November 2024.

Prof Masrukhi menegaskan hal itu merupakan hak sebagai seorang warga negara. "Boleh saja, karena itu merupakan hak dari warga negara jadi boleh-boleh saja," imbuhnya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini