RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Bashar al-Assad Disebut Trump Kabur Usai Kehilangan Dukungan Rusia

NYALANUSANTARA, Jakarta- Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad telah melarikan diri dari negaranya setelah kelompok anti-rezim menguasai ibu kota Damaskus pada Minggu pagi.  

Menyusul penguasaan kelompok oposisi terhadap Aleppo, kota besar di Suriah utara, hampir seminggu sebelumnya, membuat keberadaan Assad hingga kini tidak diketahui. 

Dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menuduh Rusia tidak lagi tertarik melindungi Assad. "Assad kabur. Dia telah meninggalkan negaranya. Pelindungnya, Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin, tidak tertarik lagi untuk melindunginya," ucap Trump.  

Trump menambahkan bahwa Rusia tidak memiliki alasan kuat untuk berada di Suriah sejak awal. Fokus Rusia kini tergeser ke Ukraina, tempat mereka mengalami kerugian besar akibat perang yang sedang berlangsung.  

"Mereka kehilangan semua minat di Suriah karena Ukraina, tempat hampir 600.000 tentara Rusia terluka atau tewas dalam perang yang seharusnya tidak pernah dimulai dan dapat berlangsung selamanya," ujar Trump.  

Menurut Trump, perang Rusia di Ukraina telah melemahkan posisi negara tersebut, serta memberikan tekanan pada Iran.  

"Rusia dan Iran saat ini sedang dalam kondisi lemah, satu karena Ukraina dan ekonomi yang buruk, dan yang lainnya karena Israel dan keberhasilannya dalam pertempuran," tambahnya.  


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini