Konservasi Terumbu Karang dan Edukasi Cuaca Jadi Strategi Pulihkan Ekosistem Laut Batang
Red - 17 Desember 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Batang – Perairan Kabupaten Batang yang kaya potensi perikanan kini tengah menghadapi tantangan serius berupa penurunan jumlah biota laut. Untuk mengatasi hal ini, program konservasi terumbu karang buatan dan edukasi nelayan menjadi solusi strategis yang tengah digencarkan oleh berbagai pihak.
Salah satu langkah konkret adalah program Karang Maheso yang diinisiasi oleh Universitas Diponegoro (Undip) dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Program ini fokus pada pembangunan terumbu karang buatan atau dikenal sebagai fish apartment. Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Batang, Windu Suriadji, menyampaikan bahwa upaya ini telah menunjukkan hasil positif.
“Kami telah melakukan konservasi terumbu karang buatan. Hasilnya, karang-karang tersebut mulai tumbuh,” ujar Windu di kantornya, Senin (16/12/2024).
Windu optimistis jika program ini terus dikembangkan, ekosistem laut Batang akan berangsur pulih. Menurutnya, laju pertumbuhan karang buatan di perairan Batang cukup cepat jika dibandingkan dengan daerah lain.
Meski demikian, tantangan perairan Batang masih cukup besar. Aktivitas manusia dan persaingan nelayan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 7-12 turut berkontribusi pada penurunan kualitas ekosistem.
“Produksi ikan semakin berkurang karena persaingan ini. Namun, kami berharap kehadiran terumbu karang buatan dapat meningkatkan populasi ikan di sekitar perairan Batang dan Laut Jawa,” tambahnya.
Selain konservasi, langkah lain untuk mendukung perikanan berkelanjutan adalah edukasi melalui kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar oleh BMKG Maritim Tanjung Mas Semarang. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada nelayan terkait kondisi cuaca sebelum melaut.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 46 menit lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Operasi SAR Ditutup, Dua Penambang Pasir Gunung Merapi di Magelang Belum Ditemukan
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Terkini
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 46 menit lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 47 menit lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Operasi SAR Ditutup, Dua Penambang Pasir Gunung Merapi di Magelang Belum Ditemukan
Ragam Nusantara 4 jam lalu
KBRI Beijing Gelar Buka Puasa Bersama di Changsha, Perkuat Pertukaran Masyarakat Indonesia–China
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Pastikan Operasional Angleb 2026 Berjalan Maksimal, Direksi KAI Services Cek Kesiapan Operasional
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Cegah Pelanggaran Kekayaan Intelektual, Kemenkum Jateng Ajak Sinergi Lintas Sektor
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Perkuat Pertukaran Akademik Bertaraf Internasional, UPGRIS Jalin Kerjasama dengan Universitas di Nigeria
Ilmu 7 jam lalu
Lapas Semarang Berikan Bansos dan Ajak Buka Bersama Keluarga Napi
Ragam Nusantara 8 jam lalu