RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Unwahas Semarang Jalin Kerjasama dengan 9 Perguruan Tinggi dari China

Veby menambahkan jika Indonesia sebagai negara dengan populasi besar dengan potensi sumber daya manusia yang melimpah sangat perlu memperluas jejaring akademik dengen negara mitra strategis termasuk China yang saat ini memiliki keunggulan dalam bidang riset, teknologi, dan pengembangan pendidikan tinggi.

Agenda penandatangan MoU tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama tim dari BRCC dipandu oleh Mario Agustian Lasut yang merupakan General Manager BRCC. Dalam kesempatan yang sama Mario menyebutkan jika BRCC saat ini menjadi pusat bahasa dan budaya Tiongkok, mempersiapkan peserta untuk meraih kesuksesan di China dan di seluruh dunia. BRCC menjadi jembatan untuk orang asing dalam mengenal budaya China dan berkesempatan menempuh pendidikan dan bekerja di China.

“Kami mengajarkan bahasa & budaya China kepada orang asing dengan guru native dan lokal yang ahli serta berpengalaman baik secara online maupun offline” ungkapnya. BRCC menyediakan program dan manfaat yang tepat guna dan tepat sasaran untuk kebutuhan peningkatan karier dan masa depan khususnya di industri pendidikan, kebudayaan dan ekonomi “Peran utama BRCC adalah menjadi jembatan antara Indonesia dan Tiongkok dalam hal pertukaran budaya dan Bahasa, memfasilitasi pelajar dan profesional untuk memperdalam pemahaman mereka tentang budaya dan Bahasa Tiongkok,” pungkasnya.

Turut menanggapi pada jalur diskusi Prof. Dr. Ahmad Arif Junaidi, M.Ag. yang selaku Ketua LPTNU Jawa Tengah menyebut jalur kolaborasi pendidikan Perguruan Tinggi Indonesia dengan China dalam bentuk program pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, kolaborasi riset, joint conference, joint curriculum, dan dual/joint degree programs perlu dilakukan.

“Hal ini sangat baik dilakukan untuk mendukung internasionalisasi institusi pendidikan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama dan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, agar mampu bersaing dan berkontribusi aktif dalam dinamika pendidikan global,” sebutnya.

Ia menambahkan sinergitas antara BRCC, perguruan tinggi China, serta LPTNU Jawa Tengah dan APTISI Jawa Tengah, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial penandatanganan kerja sama, melainkan juga sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing Internasional.

“Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar, memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak, serta menjadi tonggak penting dalam mendorong Internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia yang berbasis nilai, integritas, dan kemajuan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Holy

Komentar

Baca Juga

Terkini