RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Dr Listyono Santoso SHum MHum. Foto: dokumen pribadi

Jelang Pemilu, Marak Terjadi Silang Kritik Terbuka di Medsos, Ini Kata Pakar UNAIR

Etika publik dalam melakukan kritik merupakan suatu keharusan. Serta, kemampuan membedakan antara kritik dengan menghina juga perlu. 

Menurut Listiyono, kritik merupakan sebuah keniscayaan, namun menghina bukan bagian dari kritik. Perlu
diperhatikan pula, adat serta budaya luhur yang sejak lama ada.

“Dalam adat budaya luhur kita, seorang pemimpin itu harus dihormati. Kita boleh mengkritik kinerjanya, tapi kita tidak boleh menghina personalnya. Karena demokrasi kita bukan demokrasi liberal. Demokrasi kita berdasarkan pada kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” ungkapnya.

Kritik yang Bijak, Kritik dengan Bahasa yang Baik

Listiyono telah menyampaikan sebelumnya, bahwa sistem demokrasi Indonesia bukanlah sistem liberal. 

Melainkan berdasar pada ideologi bangsa, yakni Pancasila. Maka, ketika menyampaikan kritik, ada nilai-nilai dalam Pancasila yang tetap harus ditegakkan.

“Kalau saya melihat, memang ini menjadi sebuah warning bagi kita, bahwa setiap kritik yang dilakukan itu harus tetap berada dalam koridor nilai yang ditegakkan,” ungkapnya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini