Mencari Hidup di Tengah Puing, Warga Gaza Olah Sampah Jadi Energi
Karso Aji - 08 Mei 2025 - Manca NegaraNYALANUSANTARA, GAZA- Di antara reruntuhan bangunan di Gaza City bagian barat, sekelompok warga Palestina mengelola sebuah pabrik darurat yang mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kelangkaan energi yang diperparah oleh blokade Israel selama lebih dari dua bulan terakhir.
Saad al-Din Abu Ajwa (45), pemilik pabrik tersebut, menjelaskan bahwa proses ini dilakukan bukan untuk meraih keuntungan, melainkan demi bertahan hidup. Menurutnya, bahan bakar sangat dibutuhkan untuk menggerakkan fasilitas penting seperti rumah sakit, ambulans, dan pabrik penyulingan air laut.
"Plastik kami kumpulkan dari puing-puing bangunan, lalu dilelehkan," ujar Abu Ajwa sambil menunjukkan bejana logam panas yang mengeluarkan asap tebal. Minyak yang dihasilkan kemudian dipanaskan kembali untuk memisahkan bensin dan solar. Pabrik ini, yang dijalankan bersama saudara dan teman-temannya, mampu memproduksi sekitar 500 liter solar setiap hari.
Solar hasil produksi langsung dijual kepada warga yang mengantre dengan wadah sendiri. Bahan bakar ini digunakan untuk berbagai keperluan esensial seperti kendaraan roda tiga, generator, hingga pompa air. Meski risikonya besar terhadap kesehatan dan keselamatan, warga tak punya pilihan lain.
Sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023, Israel membatasi keras masuknya bantuan ke Gaza. Sejak 2 Maret, akses distribusi bahan bakar bahkan benar-benar ditutup, menurut juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal. Laporan dari badan-badan PBB menunjukkan bahwa bahan bakar yang berhasil masuk ke Gaza sangat terbatas dan diprioritaskan untuk rumah sakit.
Dengan SPBU yang tutup, warga kini mengandalkan solar alternatif ini atau membeli di pasar gelap, di mana harga per liternya bisa mencapai 70 dolar AS. Dibandingkan itu, solar buatan lokal yang dijual sekitar 14 dolar AS per liter masih dianggap mahal, namun lebih terjangkau. Meski begitu, solar ini tidak cocok untuk semua jenis kendaraan, terutama model terbaru yang membutuhkan pencampuran dengan solar standar.
Abu Majed Sukar (38), seorang pengemudi kendaraan roda tiga, menyebut bahan bakar buatan Abu Ajwa sebagai penyambung hidup. Ia menggunakannya setiap hari untuk tetap bekerja, meski proses transportasi menjadi jauh lebih lambat akibat krisis bahan bakar.
Namun, proses produksi ini menyimpan risiko besar bagi kesehatan para pekerja. Mereka bekerja tanpa perlindungan seperti masker atau sarung tangan, dan terpapar asap beracun serta suhu tinggi. Mohammed Al-Arabeed, salah satu pekerja, mengaku banyak yang mengalami gangguan pernapasan dan batuk berdarah. Meski begitu, ia menilai pekerjaan mereka vital bagi kelangsungan hidup masyarakat Gaza.
Ironisnya, pasokan plastik yang digunakan sebagai bahan baku pun mulai menipis. Abu Ajwa khawatir jika tidak ada solusi atau bantuan internasional, pabrik ini pun bisa berhenti beroperasi.
Kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyebut bahwa kelangkaan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan semakin parah akibat penutupan perbatasan. Ismail Al-Thawabta, kepala kantor media pemerintah Gaza, menilai metode seperti produksi solar dari plastik merupakan cerminan keputusasaan, bukan keberlanjutan. Risiko lingkungan dan kesehatan sangat tinggi, namun warga Gaza tak memiliki alternatif lain.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Sumber: Xinhua
Komentar
Baca Juga
Empat Kios di Kabupaten Semarang Terbakar, Diduga karena Lupa Matikan Kompor
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Antisipasi Situasi Kontijensi, Polres Semarang Gelar Simulasi
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Pra Desk Evaluasi ZI, Kemenkum Jateng Matangkan Kesiapan Menuju WBBM
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Apresiasi Petugas Keamanan, KAI Services Serahkan Piagam Penghargaan
Ragam Nusantara 13 jam lalu
CICPE 2026 Tampilkan Ribuan Merek Global di Hainan
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Terkini
Honor 600 Series Siap Rilis Global: Kamera 200MP dan Baterai Besar Jadi Andalan
Tekno 5 jam lalu
Bocoran Vivo X Fold 6: Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP Siap Gebrak Pasar Foldable
Tekno 6 jam lalu
Vivo T5 Pro 5G Siap Meluncur: Baterai Jumbo 9.020mAh dan Layar 144Hz Jadi Andalan
Tekno 7 jam lalu
ULASAN Ready or Not 2: Here I Come: Sekuel Ambisius yang Kehilangan Ketegangan
Sinema 8 jam lalu
SINOPSIS Songko: Horor Legenda Minahasa yang Menggali Teror dan Ketakutan Sosial
Sinema 9 jam lalu
512 Pramuka Siaga Ikuti LKS 2026 Kwarran Mijen di SDN Karangmalang
Ilmu 9 jam lalu
Empat Kios di Kabupaten Semarang Terbakar, Diduga karena Lupa Matikan Kompor
Ragam Nusantara 10 jam lalu
ULASAN Don’t Follow Me: Horor Media Sosial yang Menyentil Ambisi dan Realitas Digital
Sinema 10 jam lalu
Antisipasi Situasi Kontijensi, Polres Semarang Gelar Simulasi
Ragam Nusantara 11 jam lalu
ULASAN Turbulence: Thriller di Ketinggian dengan Ketegangan yang Belum Maksimal
Sinema 11 jam lalu
Pra Desk Evaluasi ZI, Kemenkum Jateng Matangkan Kesiapan Menuju WBBM
Ragam Nusantara 12 jam lalu