Jateng Jadi Rujukan DPRD Sekadau dalam Pengelolaan Sampah dan Penerimaan PAD
Intan Fitria - 17 Mei 2025 - RegionalNYALANUSANTARA, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi rujukan bagi anggota DPRD Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat, dalam mengelola sampah dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, Jawa Tengah dinilai erhasil dalam mengelola sampah dan meningkatkan pendapatan daerah.
"Terima kasih kepada Pak Gubernur Jawa Tengah yang telah meluangkan waktu menerima kunjungan kami dari DPRD Kabupaten Sekadau. Jawa Tengah sudah mengelola sampah dengan baik, kami ingin belajar bagaimana cara mengelola sampah," kata Ketua Rombongan Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam usai bertemu Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 16 Mei 2025.
Jeffray mengatakan, pengelolaan sampah telah menjadi instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang harus bisa diselesaikan oleh seluruh daerah di Indonesia. Jawa Tengah dijadikan rujukan, karena banyak kabupaten/ kotanya yang sudah mengelola sampah dengan baik.
"Pak Gubernur dan dinas terkait menjelaskan dengan baik, contohnya di Banyumas yang sudah sukses mengelola sampah," katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Handi menambahkan, Jawa Tengah dinilai layak menjadi rujukan studi banding dalam mengelola sampah dan strategi meningkatkan PAD.
Ia bersama rombongan setelah pulang dari Jawa Tengah akan langsung berkoordinasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sekadau. Harapannya Kabupaten Sekadau dapat mengikuti jejak Provinsi Jawa Tengah dalam dua hal tersebut.
"Jawa Tengah termasuk provinsi terbesar dengan kamajuannya, sehingga jadi tempat kami belajar. Sekali lagi terima kasih sudah diterima dengan baik," katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan keberhasilan dalam pengelolaan sampah dan peningkatan pendapatan asli daerah, tidak lepas dari kerja bersama dan sinergisitas antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan stakeholder terkait.
Luthfi menjelaskan, kemampuan pembangunan daerah itu, tidak bisa bergantung pada pendapatan asli daerah saja. Masih membutuhkan investasi dari dalam maupun luar negeri, sehingga kepala daerah di Jawa Tengah punya peran sebagai sales marketing, yang menawarkan daerahnya kepada para investor. Selain itu, sebagai gubernur, dirinya juga berupaya untuk mencairkan egosektoral antarwilayah.
"Integrasi wilayah itu penting, butuh aglomerasi sehingga tidak ada ego sektoral," katanya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Bawaslu Kota Semarang Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Perkuat Partisipasi Masyarakat
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Terkini
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 57 menit lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 1 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 2 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 3 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 4 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 4 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 6 jam lalu