RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Mas Syamsul Jawab Pandangan Fraksi DPRD Cilacap tentang RPIK

Mengenai pengembangan industri unggulan daerah, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Cilacap telah melakukan analisis berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif yang mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Beberapa sektor unggulan yang diidentifikasi antara lain perikanan, industri makanan, tekstil, industri berbahan kayu dan anyaman, kimia dan farmasi, alat transportasi, serta reparasi dan logistik.

“Pemetaan potensi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan sumber daya alam, kondisi sosial budaya, serta perkembangan ekonomi lokal yang telah ada,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, pada tahun 2018 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Cilacap dari sektor pariwisata mencapai Rp2,75 miliar, bersumber dari tiga objek wisata: Pantai Teluk Penyu, Benteng Pendem, dan Pantai Indah Widarapayung. Namun, sejak adanya temuan BPK RI mengenai ketidaksesuaian Perjanjian Kerja Sama antara Pemda dan TNI AD (Kodam IV/Diponegoro), kerja sama tersebut dihentikan pada tahun 2019. Akibatnya, PAD sektor pariwisata menurun drastis menjadi sekitar Rp422 juta pada tahun yang sama.

“Demikian tanggapan kami. Masukan yang belum sempat kami jawab saat ini akan kami catat dan pertimbangkan dalam penyusunan kebijakan di masa mendatang,” tutup Bupati Syamsul.
 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini