Presiden Trump Tekan 17 Perusahaan Farmasi untuk Turunkan Harga Obat dalam Waktu 60 Hari
- 01 Agustus 2025 - Manca NegaraNYALANUSANTARA, Jakarta- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis 31 Juli 2025, mengirimkan 17 surat kepada CEO beberapa perusahaan farmasi dengan tujuan untuk mendesak mereka menurunkan harga obat-obatan dalam waktu 60 hari.
Trump juga mengancam akan mengambil tindakan tegas jika mereka menolak untuk mengikuti instruksi tersebut.
Surat-surat tersebut, yang dipublikasikan oleh Trump di platform media sosial Truth Social, termasuk surat untuk perusahaan farmasi besar seperti Eli Lilly, Pfizer, dan Merck. Dalam surat-surat itu, Trump meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk menurunkan harga obat-obatan di AS.
Surat-surat tersebut dikirim setelah Trump menandatangani perintah eksekutif pada Mei yang menghidupkan kembali kebijakan "most favored nation". Kebijakan ini bertujuan menurunkan harga obat dengan mengaitkan biaya obat-obatan tertentu di AS dengan harga yang jauh lebih rendah di negara-negara maju lainnya.
"Dalam sebagian besar usulan yang diterima oleh pemerintahan saya untuk 'menyelesaikan' masalah ini, mereka hanya mengalihkan tanggung jawab dan mengusulkan perubahan kebijakan yang akan memberikan dana miliaran dolar kepada industri," ujar Trump dalam surat-suratnya.
Trump menegaskan bahwa ke depannya, yang ia harapkan dari produsen obat hanyalah komitmen untuk memberikan bantuan segera kepada keluarga Amerika yang terbebani dengan harga obat yang tinggi dan mengakhiri pemanfaatan inovasi AS oleh negara-negara Eropa dan negara maju lainnya.
Selain itu, Trump memperingatkan bahwa jika perusahaan farmasi menolak mematuhi perintah tersebut, mereka akan menggunakan semua instrumen yang tersedia untuk melindungi keluarga Amerika dari praktik harga obat yang eksploitatif, meskipun tidak menjelaskan langkah-langkah apa yang akan diambilnya.
Menurut surat-surat tersebut, harga obat bermerek di AS saat ini rata-rata tiga kali lebih mahal dibandingkan dengan negara lain untuk jenis obat yang sama.
Pengumuman tersebut menyebabkan penurunan saham beberapa perusahaan farmasi besar. Saham Eli Lilly dan Pfizer turun lebih dari 2 persen pada Kamis tersebut, sementara saham Merck turun lebih dari 4 persen.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Komentar
Baca Juga
Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk Masyarakat Pekerja Informal
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Mahasiswa Indonesia di China Bahas Peluang Kerja Sama Dua Negara
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Industri Otomotif Eropa Bergejolak, PHK Massal Terjadi Saat Peralihan ke Mobil Listrik
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Mengintip Aksi Pendongeng Hibur Murid SD di Banten
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Gubernur Jateng Tegaskan Komitmennya untuk Keterbukaan Informasi Publik
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Terkini
Hansi Flick Akui Barcelona Terlalu Sering Kehilangan Bola Saat Ditahan NewcastleN
Sport 19 menit lalu
Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk Masyarakat Pekerja Informal
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Blunder di Debut Liga Champions, Kiper Tottenham Diganti Cepat oleh Igor Tudor
Sport 2 jam lalu
Mahasiswa Indonesia di China Bahas Peluang Kerja Sama Dua Negara
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Industri Otomotif Eropa Bergejolak, PHK Massal Terjadi Saat Peralihan ke Mobil Listrik
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Mengintip Aksi Pendongeng Hibur Murid SD di Banten
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Gubernur Jateng Tegaskan Komitmennya untuk Keterbukaan Informasi Publik
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Changan Adakan Pameran dan Promosi di Tujuh Kota di Indonesia, Termasuk Jakarta dan Yogyakarta
Lifestyle 7 jam lalu
Bupati Gunungkidul Pimpin Rakordal Pembangunan Triwulan I 2026, Fokus pada Peningkatan Kinerja dan Transparansi Proyek
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Bupati Banyumas Gelar Tarawih Keliling, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan dan Keamanan
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Gus Yasin Berdialog dengan Mahasiswa UNS, Tanggapi Isu Kemiskinan dan Pembangunan
Ragam Nusantara 10 jam lalu