143 Pelayang Ramaikan Lomba Layang-layang CNKF Tahun 2025
Zinur Iqro - 11 Agustus 2025 - RegionalNYALANUSANTARA, Cilacap- Setelah vakum selama empat tahun, Pemerintah Kabupaten Cilacap, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kembali menggelar Cilacap National Kite Festival 2025 (CNKF 2025) dengan menggandeng Komunitas PELANGI (Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia) Kabupaten Cilacap. Festival yang berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu (8-10/8/2025) di Pantai Teluk Penyu Cilacap, berhasil membangkitkan nostalgia masa kecil sekaligus menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Luhur Satrio Muchsin, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas dihidupkannya kembali festival ini. Tema yang diusung tahun ini adalah "Melayang Tinggi, Merajut Budaya, Menjaga Warisan Nusantara".
Satrio menegaskan bahwa festival ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga merupakan upaya untuk melestarikan seni budaya layang-layang yang merupakan warisan kebanggaan.
“Festival ini dulunya pernah ada, dan alhamdulillah tahun ini bisa diaktifkan kembali. Layang-layang adalah warisan kebanggaan yang harus kita lestarikan,” ujar Satrio, seraya menyoroti keunikan layang-layang khas Cilacap, yaitu Layang-Layang Kampretan yang menjadi salah satu kategori lomba yang diminati. "Ekornya menyerupai kelelawar, inilah identitas kita yang patut dibanggakan,” tambahnya.
Antusiasme terhadap acara ini juga datang dari Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Paiman, yang mewakili Bupati Cilacap. Paiman menyatakan bahwa festival ini akan dimasukkan dalam kalender event tahunan Kabupaten Cilacap dan menjadi ikon wisata baru. Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat meningkatkan citra wisata Cilacap, terutama wisata pantai, yang memiliki banyak potensi indah untuk dikembangkan.
“Apabila hal tersebut terwujud, maka akan sangat menunjang peningkatan perekonomian, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata,” harap Paiman.
Ketua PELANGI Cilacap, Gilang Riantama, menjelaskan bahwa festival ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. “Ada peserta dari Kulon Progo, Bantul, Sleman, Jakarta, Jepara, Surabaya, dan Tulungagung. Total peserta lomba mencapai 143 orang,” ujarnya.
Rincian peserta lomba meliputi kategori Layangan Tradisional/Kampretan dengan 70 peserta, kategori 2 Dimensi 25 peserta, 3 Dimensi 18 peserta, dan Train Naga dengan 30 peserta.
Selain kompetisi, CNKF 2025 juga dimeriahkan dengan workshop pembuatan layang-layang untuk anak-anak, lomba melukis layang-layang delta, pameran layang-layang, panggung hiburan, dan bazar UMKM lokal yang turut menggerakkan ekonomi kreatif.
Festival ini berhasil melahirkan para juara di berbagai kategori dengan total hadiah uang pembinaan mencapai Rp 24 juta. Berikut adalah beberapa pemenang di berbagai kategori:
* Kategori Layangan Tradisional/Kampretan:
* Juara I: “Kampretan Geometri” oleh Rudy (Muntilan)
* Juara II: “Abil” oleh Andi (Sampang)
* Juara III: “Kampretan Arsir” oleh Seniman Kampung Jalan Layur Timur (Cilacap)
* Kategori Layangan 2 Dimensi:
* Juara I: “Kencana Langit” oleh RDK Kite (Magelang)
* Juara II: “Raden Karyo Kusumo” oleh Ergi (Bantul)
* Juara III: “Buto Banaspati” oleh Lumbon Team (Boedi Utomo)
* Kategori Layangan 3 Dimensi:
* Juara I: “Saron Selendro” oleh Pelayang Binangun (Kulonprogo)
* Juara II: “Kalajengking” oleh Lumbon Team (Boedi Utomo)
* Juara III: “Balap Karung” oleh Firman Baihaqi (Cilacap)
* Kategori Layangan Train Naga:
* Juara I: “Naga Seno” oleh Lukman (Angsana Kite)
* Juara II: “Sekar Arum” oleh Pelayang Kulonprogo
* Juara III: “Lir Gatra” oleh Danis (Bantul)
Gilang berharap Pemerintah Kabupaten Cilacap dapat terus bekerja sama dengan PELANGI Cilacap untuk menjadikan festival ini sebagai event tahunan yang lebih besar lagi.
“Harapan saya dan teman-teman Pelangi Cilacap adalah agar festival layang-layang ini bisa selalu diadakan di Pantai Teluk Penyu dan menjadi event tahunan yang lebih besar di Kabupaten Cilacap,” ujar Gilang.
Dengan suksesnya acara ini, Cilacap National Kite Festival 2025 telah membuktikan bahwa seni tradisional, seperti layang-layang, dapat menjadi daya tarik wisata yang kuat, sekaligus menjadi wadah untuk mengekspresikan kreativitas dan kebanggaan lokal.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Kemenkum Jateng Apresiasi Kinerja Triwulan I Tahun 2026
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Agustina Apresiasi ASN Jaga Kota Semarang Kondusif Selama Libur Lebaran
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Apel Pagi Pasca Libur Panjang, Kemenkum Jateng Ajak Tingkatkan Kinerja dan Layanan Publik
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Menlu Kuba Kecam AS karena "Berbohong" Terkait Blokade Bahan Bakar
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Arus Balik Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa Tercatat Lancar dan Terkendali
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Terkini
Kemenkum Jateng Apresiasi Kinerja Triwulan I Tahun 2026
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Agustina Apresiasi ASN Jaga Kota Semarang Kondusif Selama Libur Lebaran
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Apel Pagi Pasca Libur Panjang, Kemenkum Jateng Ajak Tingkatkan Kinerja dan Layanan Publik
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Menlu Kuba Kecam AS karena "Berbohong" Terkait Blokade Bahan Bakar
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Arus Balik Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa Tercatat Lancar dan Terkendali
Ragam Nusantara 8 jam lalu
PT PELNI Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Lancar dan Tertib
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Ingin Persib Juara, Dion Markx Anggap 9 Laga Sisa Seperti Partai Final
Sport 10 jam lalu
Israel Lakukan Serangan Udara, Tiga Jurnalis Tewas di Lebanon
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Mauro Zijlstra Cedera, Jens Raven Perkuat Timnas Lawan Bulgaria
Sport 12 jam lalu
Anggota DPR RI Ini Gelar Halalbihalal Padukan Pengajian dan Wayangan di Kebumen
Ragam Nusantara 16 jam lalu
Pasar Murah di Monas Gerakkan Ekonomi UMKM dan Beri Hiburan Rakyat
Ragam Nusantara 18 jam lalu