Bawaslu Kabupaten Magelang Gelar Sosialisasi dan Pemetaan Potensi Kerawanan TPS di Pemilu 2024
Zinur Iqro - 19 Januari 2024 - PolitikNYALANUSANTARA, Magelang- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang menggelar sosialisasi dan pemetaan potensi kerawanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pemilu 2024 kepada puluhan buruh senggrong atau penambang manual Merapi di wisata alam Randu Ijo Jurang Jero Kecamatan Srumbung, Kamis (18/1/2024).
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M. Habib Saleh mengatakan sebanyak 60 peserta hadir dalam kegiatan yang dikemas seperti forum rembug warga. Mereka dibagi menjadi 6 kelompok atau panel diskusi yang didampingi jajaran Bawaslu Kabupaten Magelang.Tiap kelompok didampingi satu orang staf Bawaslu untuk membantu memetakan kerawan di TPS.
"Kita kumpulkan mereka untuk sosialisasi kepemiluan. Kapan itu pemilunya, berapa surat suaranya, kemudian nanti mereka mendapatkan surat suaranya ketiga pindah memilih. Misal antar Kecamatan atau mengunakan A5," kata Habib dalam keterangannya Kamis (18/1).
Habib menjelaskan bahwa dalam panel atau kelompok tersebut para buruh slenggrong tersebut diminta mengidentifikasi potensi masalah di TPS saat pemungutan suara. Setelah melakukan pemetaan potensi kerawanan tersebut, secara bersama sama berdiskusi mencari solusinya. Dengan metode tersebut, lanjutnya akan memberikan pemahaman kepada mereka, karena hal ini bukan pemahaman satu arah tetapi diskusi atau rembug warga.
Dalam kesempatan ini, kata Habib pihaknya juga melakukan sosialisasi terkait ancaman erupsi Gunung Merapi yang saat ini berstatus siaga dan mungkin bisa jadi meningkat sewaktu waktu. Seandainya nanti terjadi erupsi maka warga harus pindah memilih (di tempat pengungsian).
Untuk itu, kata Habib, saat ini Bawaslu Kabupaten Magelang masih proses pendataan berapa jumlah pemilih di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 erupsi Merapi. "Tujuannya untuk memetakan kerawanan, sehingga apabila terjadi erupsi harus bagaimana dan sebagainya," jelasnya.
Ia juga menyampaikan, bilamana erupsi terjadi dan harus mengungsi maka warga diharapkan mengikuti arahan pemerintah, baik itu melalui Kades seperti harus kemana mengungsi sesuai program desa bersaudara. Hal ini tentunya memudahkan penyelenggara pemilu melaksanakan prosesnya bilamana hal itu terjadi.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Bawaslu Kota Semarang Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Perkuat Partisipasi Masyarakat
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Lapas Perempuan Semarang Gelar Ikrar Bersama “Zero Halinar”
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Terkini
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 17 menit lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 38 menit lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 1 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 2 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 4 jam lalu
UNDIP Perkuat Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional melalui “Indonesian Plasma Research Consortium”
Ilmu 4 jam lalu
Bawaslu Kota Semarang Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Perkuat Partisipasi Masyarakat
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Lapas Perempuan Semarang Gelar Ikrar Bersama “Zero Halinar”
Ragam Nusantara 6 jam lalu