ULASAN Dongji Rescue: Epik Kemanusiaan dari Tragedi Lisbon Maru
Karso Aji - 09 Oktober 2025 - SinemaFilm epik terbaru karya Guan Hu dan Fei Zhenxiang, berjudul Dongji Rescue, membawa penonton menyelami kisah nyata penyelamatan heroik 384 tawanan perang Inggris oleh para nelayan Pulau Dongji, Tiongkok, setelah tenggelamnya kapal kargo Jepang Lisbon Maru pada tahun 1942. Dengan anggaran produksi mencapai US$80 juta dan format IMAX yang memukau, film ini menghadirkan perpaduan antara drama kemanusiaan yang menyentuh dan spektakel sinematik berskala besar.
Latar Sejarah: Dari Tragedi Menjadi Kisah Kemanusiaan
Pada Oktober 1942, kapal Lisbon Maru yang mengangkut ratusan tawanan Inggris tenggelam setelah diserang kapal selam Amerika Serikat yang tidak mengetahui isi muatannya. Ketika para tawanan berusaha menyelamatkan diri, tentara Jepang menembaki mereka tanpa ampun. Namun, tragedi itu berubah menjadi momen kemanusiaan yang luar biasa ketika nelayan Pulau Dongji berani menembus blokade Jepang demi menolong orang asing yang terombang-ambing di laut.
Film ini menyoroti keberanian dua bersaudara nelayan, Abi (Zhu Yilong) dan Adang (Wu Lei), yang menjadi simbol solidaritas lintas bangsa. Mereka dan warga pulau lainnya mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan para tawanan — sebuah tindakan yang menegaskan bahwa rasa kemanusiaan tak mengenal batas nasional maupun ideologi.
Sinematografi Megah dan Ketegangan Emosional
Secara visual, Dongji Rescue menegaskan kelasnya sebagai salah satu film perang Tiongkok paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan kamera IMAX menghasilkan gambar bawah laut yang begitu hidup, sementara sinematografer Gao Weizhe berhasil menampilkan laut sebagai karakter tersendiri — indah sekaligus mematikan.
Adegan puncak penyelamatan, ketika kapal tenggelam menciptakan pusaran air raksasa, menjadi momen menegangkan yang diperkuat oleh musik garapan Atli Orvarsson dan penyuntingan dinamis oleh Yang Hongyu. Namun, sebagian kritikus menilai fokus berlebihan pada sosok Abi membuat film ini terasa lebih seperti kisah kepahlawanan individu, bukan potret kolektif kemanusiaan yang sebenarnya menjadi inti kisah sejarahnya.
Ketegangan antara Realitas dan Dramatisasi
Layaknya The Eight Hundred, Dongji Rescue juga memadukan patriotisme, anti-imperialisme, dan empati kemanusiaan. Penggambaran penderitaan rakyat Tiongkok di bawah pendudukan Jepang terasa kuat dan emosional. Meski begitu, kebebasan kreatif sutradara dalam mengubah beberapa elemen sejarah demi efek dramatis sempat menuai perdebatan. Beberapa pihak menilai film ini terlalu memoles fakta sejarah dan menambahkan kekerasan berlebihan untuk memperkuat pesan politiknya.
Kesimpulan: Sebuah Kisah tentang Keberanian yang Melampaui Batas
Terlepas dari perdebatan tersebut, Dongji Rescue tetap menjadi drama perang yang memikat dan bermakna, menampilkan visual megah, akting solid dari Zhu Yilong, Wu Lei, dan Ni Ni, serta pesan moral yang kuat tentang keberanian dan empati di tengah kekejaman perang.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Setan Alas!, Horor Meta yang Berani Mainkan Klise Film Seram
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Good Luck, Have Fun, Don’t Die, Sci-Fi Satir tentang Ancaman AI dan Perjalanan Waktu
Sinema 1 hari lalu
REVIEW Palestine 36, Film Sejarah Palestina yang Menggugah Tayang di Bioskop Indonesia
Sinema 1 hari lalu
Review Film Project Y: Aksi Neo-Noir Han So Hee dan Jeon Jong Seo yang Stylish, Tapi Ceritanya Kurang Menggigit
Sinema 2 hari lalu
SINOPSIS Number One, Tampilkan Drama Emosional tentang Angka Misterius dan Hubungan Ibu-Anak
Sinema 2 hari lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 8 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 9 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 10 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 11 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 14 jam lalu