RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

SINOPSIS BOSS (2025): Ketika Tiga Gangster Ogah Jadi Pemimpin

Setelah sukses besar di Korea Selatan, film aksi-komedi BOSS akhirnya tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2025. Disutradarai oleh Ra Hee Chan, sutradara kawakan di balik sejumlah film komedi terkenal, BOSS memadukan kekerasan khas dunia gangster dengan humor situasional yang cerdas dan satir sosial yang tajam.

Film ini berkisah tentang tiga anggota geng bawah tanah Sikgu-pa yang harus menentukan pemimpin baru setelah bos mereka meninggal mendadak. Namun alih-alih berebut jabatan, ketiganya justru sama-sama berusaha menghindarinya. Na Sun Tae (Jo Woo Jin) hanya ingin mengelola restoran Tiongkok bernama Mimiru, Dong Kang Pyo (Jung Kyung Ho) lebih tertarik pada tari tango daripada bisnis kriminal, sementara Jo Pan Ho (Park Ji Hwan) satu-satunya yang benar-benar ingin menjadi bos — meski tak ada yang menganggapnya pantas.

Kekacauan bertambah ketika seorang detektif bernama Hong Tae Kyu (Lee Kyu Hyung) menyamar sebagai kurir di restoran Mimiru untuk menyelidiki geng tersebut. Dari sinilah berbagai aksi, intrik, dan kekonyolan tak terduga mulai bergulir.

Selain trio utama, BOSS juga dibintangi oleh Lee Sung Min, Oh Dal Su, Hwang Woo Seul Hye, Ko Chang Seok, dan Jung Eugene. Chemistry antarpemain menjadi kekuatan utama film ini, membuat setiap adegan berganti dengan mulus antara aksi intens dan tawa lepas.

Secara teknis, sinematografi dinamis dan koreografi laga yang rapi menjadikan setiap adegan hidup dan energik. Gaya visual khas Ra Hee Chan berpadu dengan tempo cepat dan comic timing presisi, menjadikan BOSS bukan sekadar tontonan aksi, tapi juga cerminan absurditas dunia kriminal dan ambisi manusia.

Sejak dirilis pada 3 Oktober 2025 di Korea Selatan, BOSS mencatat lebih dari 238 ribu penonton di hari pertama dan menembus 2 juta penonton dalam 10 hari, bahkan menduduki puncak box office dalam lima hari.

Dengan rating 17+, BOSS menghadirkan pertarungan brutal penuh darah yang dibungkus humor segar dan sindiran sosial tajam. Film ini bukan hanya hiburan penuh tawa, tapi juga kisah manusiawi tentang kekuasaan, keserakahan, dan keengganan menjadi “bos” di dunia yang sudah gila.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini