RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

ULASAN Border 2: Sekuel Sarat Nostalgia tentang Keberanian, Persaudaraan, dan Pengorbanan

Dialog-dialognya terasa kuat dan patriotik tanpa jatuh ke nada chauvinistik berlebihan. Film ini juga meluangkan waktu untuk membangun kehidupan pribadi para prajurit, sehingga pengorbanan yang mereka lakukan terasa lebih personal dan menyentuh. Paruh pertama memang berjalan perlahan, tetapi fondasi emosional tersebut terbayar lunas di paruh kedua. Hubungan persahabatan antara karakter yang diperankan Varun Dhawan, Diljit Dosanjh, dan Ahan Shetty digambarkan hangat dan meyakinkan.

Adegan-adegan perang disajikan dengan rapi dan efektif, terutama saat fokus pada dampak emosional ketimbang skala pertempuran semata.

Catatan Kelemahan

Meski kuat secara emosi, Border 2 masih memiliki kekurangan teknis. Efek visual, khususnya dalam adegan pertempuran udara dan laut, terasa belum maksimal. Di tengah standar sinema modern yang semakin tinggi, kekurangan ini cukup mencolok. Beberapa adegan juga terasa kurang masuk akal, meski tampaknya kebebasan sinematik ini sengaja diambil demi memperkuat emosi alih-alih mengejar realisme mutlak.

Akting yang Menghidupkan Cerita

Sunny Deol tampil persis seperti yang diharapkan penggemar: lantang, berwibawa, dan penuh emosi. Dialog-dialog heroiknya dan kehadiran kuat di layar kembali menegaskan statusnya sebagai simbol patriotisme sinematik.

Varun Dhawan memberikan penampilan yang tulus dan meyakinkan sebagai Mayor Hoshiar, berhasil meredam keraguan publik terkait pemilihan perannya. Diljit Dosanjh mencuri perhatian lewat pesona alami, kehangatan, dan energi positif yang memberi jiwa pada film. Ahan Shetty tampil terkendali dan jujur, dengan nuansa yang sesekali mengingatkan pada karisma sang ayah, Suniel Shetty. Sementara itu, Mona Singh memberikan stabilitas emosional sebagai istri Fateh Singh, tampil tenang namun kuat.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini