ULASAN Border 2: Sekuel Sarat Nostalgia tentang Keberanian, Persaudaraan, dan Pengorbanan
ANNAYA - 25 Januari 2026 - SinemaBorder 2, sekuel dari film klasik karya J.P. Dutta Border (1997), kembali mengangkat Perang India–Pakistan 1971 dengan pendekatan yang lebih luas dan emosional. Film ini menyoroti kekuatan kolektif angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut India, sekaligus menjadikan nostalgia sebagai senjata utamanya.
Sunny Deol kembali hadir sebagai Letnan Kolonel Fateh Singh Kaler—peran ikonik yang dulu melekat kuat dalam ingatan penonton. Kini, Fateh Singh tampil sebagai mentor di Akademi Perang Nasional, melatih tiga perwira muda: Varun Dhawan sebagai Mayor Hoshiar Singh Dahiya, Diljit Dosanjh sebagai Perwira Penerbangan Nirmal Jit Singh Sekhon, dan Ahan Shetty sebagai Perwira Angkatan Laut Mahendra S. Rawat.
Persaudaraan Prajurit di Ambang Perang
Ketiga prajurit muda ini membangun ikatan yang kuat selama masa pelatihan—sebuah persaudaraan yang melampaui pangkat dan seragam. Namun, tepat saat mereka mengambil jeda untuk menghadiri pernikahan Sekhon, tugas negara memanggil. Sebuah pesan radio mendadak memerintahkan mereka menghentikan perayaan dan segera melapor, menandai pecahnya perang yang tak terelakkan.
Dengan sebagian besar pasukan India ditempatkan di Pakistan Timur, unit kecil yang bertekad kuat ditugaskan mempertahankan front barat. Mayor Hoshiar memimpin kontingen Jammu, Sekhon menjaga pangkalan udara Srinagar, Rawat menjadi tameng di lautan, sementara Letnan Kolonel Fateh Singh memimpin wilayah Munawar Tawi di Jammu dan Kashmir. Yang tersaji selanjutnya adalah kisah heroik tentang keberanian, pengorbanan, dan solidaritas di bawah hujan peluru musuh.
Kekuatan Nostalgia dan Emosi
Salah satu kekuatan utama Border 2 terletak pada pemanfaatan nostalgia. Lagu-lagu ikonik dari Border versi 1997 kembali diputar, langsung mengaduk emosi dan membawa penonton bernostalgia ke masa lalu. Sutradara Anurag Singh dengan sadar memilih pendekatan bergaya klasik—tulus, lugas, dan berakar pada emosi, bukan sekadar skala visual.
Dialog-dialognya terasa kuat dan patriotik tanpa jatuh ke nada chauvinistik berlebihan. Film ini juga meluangkan waktu untuk membangun kehidupan pribadi para prajurit, sehingga pengorbanan yang mereka lakukan terasa lebih personal dan menyentuh. Paruh pertama memang berjalan perlahan, tetapi fondasi emosional tersebut terbayar lunas di paruh kedua. Hubungan persahabatan antara karakter yang diperankan Varun Dhawan, Diljit Dosanjh, dan Ahan Shetty digambarkan hangat dan meyakinkan.
Adegan-adegan perang disajikan dengan rapi dan efektif, terutama saat fokus pada dampak emosional ketimbang skala pertempuran semata.
Catatan Kelemahan
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Ready or Not 2: Here I Come: Sekuel Ambisius yang Kehilangan Ketegangan
Sinema 8 jam lalu
SINOPSIS Songko: Horor Legenda Minahasa yang Menggali Teror dan Ketakutan Sosial
Sinema 9 jam lalu
ULASAN Don’t Follow Me: Horor Media Sosial yang Menyentil Ambisi dan Realitas Digital
Sinema 10 jam lalu
ULASAN Turbulence: Thriller di Ketinggian dengan Ketegangan yang Belum Maksimal
Sinema 11 jam lalu
ULASAN Ayah, Ini Arahnya Ke Mana Ya?: Drama Keluarga yang Menyentuh Luka Tak Terucap
Sinema 12 jam lalu
Terkini
Honor 600 Series Siap Rilis Global: Kamera 200MP dan Baterai Besar Jadi Andalan
Tekno 4 jam lalu
Bocoran Vivo X Fold 6: Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP Siap Gebrak Pasar Foldable
Tekno 6 jam lalu
Vivo T5 Pro 5G Siap Meluncur: Baterai Jumbo 9.020mAh dan Layar 144Hz Jadi Andalan
Tekno 7 jam lalu
ULASAN Ready or Not 2: Here I Come: Sekuel Ambisius yang Kehilangan Ketegangan
Sinema 8 jam lalu
SINOPSIS Songko: Horor Legenda Minahasa yang Menggali Teror dan Ketakutan Sosial
Sinema 9 jam lalu
512 Pramuka Siaga Ikuti LKS 2026 Kwarran Mijen di SDN Karangmalang
Ilmu 9 jam lalu
Empat Kios di Kabupaten Semarang Terbakar, Diduga karena Lupa Matikan Kompor
Ragam Nusantara 10 jam lalu
ULASAN Don’t Follow Me: Horor Media Sosial yang Menyentil Ambisi dan Realitas Digital
Sinema 10 jam lalu
Antisipasi Situasi Kontijensi, Polres Semarang Gelar Simulasi
Ragam Nusantara 11 jam lalu
ULASAN Turbulence: Thriller di Ketinggian dengan Ketegangan yang Belum Maksimal
Sinema 11 jam lalu
Pra Desk Evaluasi ZI, Kemenkum Jateng Matangkan Kesiapan Menuju WBBM
Ragam Nusantara 12 jam lalu