ULASAN Marty Supreme: Dekonstruksi Mitos “From Zero to Hero” dalam Arena Pingpong Takdir
Karso Aji - 24 Februari 2026 - SinemaSepanjang 150 menit, Marty Supreme berkali-kali seperti hendak melangkahkan kaki di rute “from zero to hero” yang familiar, hanya untuk memutar balik dan menjatuhkan protagonisnya kembali ke titik nol. Sebab tak ada “hero” dalam karya penyutradaraan terbaru Josh Safdie ini. Yang ada hanyalah individu yang terombang-ambing oleh permainan takdir, bak bola yang bolak-balik dipantulkan di atas meja pingpong.
Kredit pembukanya nyeleneh: sekelompok sperma berlomba mencapai ovum, lalu setelah pembuahan terjadi, sel telur itu berubah menjadi bola pingpong. Begitulah hidup Marty Mauser, diperankan oleh Timothée Chalamet, yang karakternya terinspirasi dari sosok Marty Reisman. Dengan kecepatan bola pingpong kompetitif yang bisa mencapai 100–140 km/jam, film ini seakan mengajak penonton membayangkan hidup yang terus melaju sekencang itu tanpa jeda.
Marty adalah atlet tenis meja profesional sekaligus wakil Amerika Serikat dalam kejuaraan dunia 1952 di London. Ia datang dengan ambisi besar—dan keyakinan penuh—untuk menang. Namun di partai final, ia berhadapan dengan wakil Jepang, Koto Endo (Koto Kawaguchi), yang menggunakan raket berlapis karet peredam suara. Marty takluk. Ia terjerembap dari puncak dunia menuju dasar jurang kegagalan.
Eksekusi adegan pertandingan tenis meja terasa mengagumkan dan autentik. Koto Kawaguchi yang memang berlatar atlet memberi tanding yang meyakinkan, sementara latihan intens Chalamet membuahkan hasil nyata. Meski beberapa adegan memanfaatkan efek komputer—bola ditambahkan secara digital pada tahap pascaproduksi—gerak tubuh dan gestur para aktor tetap menjadi kunci utama. Tanpa performa fisik yang presisi, teknologi secanggih apa pun akan terasa hampa.
Selepas kekalahan itu, Marty berusaha membangun ulang kejayaannya. Ia membutuhkan uang—untuk melunasi utang, membayar biaya pendaftaran turnamen, dan membereskan persoalan pribadi, termasuk perselingkuhannya dengan Rachel (Odessa A'zion), teman masa kecilnya yang telah bersuami.
Sebagaimana karya-karya Safdie sebelumnya, konflik dipaparkan dalam intensitas tinggi. Penyuntingan berkecepatan kilat, close-up ekstrem, serta dialog yang meluncur seperti rentetan peluru membangun atmosfer cemas yang konstan. Dari problem sederhana—mencari dana untuk bertanding—alur berkembang liar. Marty terlibat urusan dengan polisi, mafia, hingga Kay Stone (Gwyneth Paltrow), aktris senior yang tengah berusaha bangkit di panggung teater. Keliaran narasi terus meningkat, sampai ketika seorang karakter “mengaku” sebagai vampir yang hidup sejak 1616, film ini nyaris membuat absurditas terasa mungkin.
“Memang bukan takdirnya” tampaknya menjadi kalimat paling tepat menggambarkan perjalanan Marty. Menyaksikan upaya demi upaya yang selalu kandas—sering kali secara absurd—pada awalnya terasa menghibur. Namun dalam durasi dua setengah jam, repetisi kegagalan itu sempat memunculkan kejenuhan. Ketidakterdugaan skenarionya perlahan menjadi mudah ditebak.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Marty Supreme: Dekonstruksi Mitos “From Zero to Hero” dalam Arena Pingpong Takdir
Sinema 12 jam lalu
Review Do Deewane Seher Mein: Romansa Urban yang Hangat, Tapi Kurang Menghentak
Sinema 1 hari lalu
Review Film Antara Mama, Cinta, dan Surga: Drama Iman dan Tradisi dalam Balutan Budaya Batak
Sinema 2 hari lalu
Sinopsis Film Do Deewane Seher Mein, Romansa Realistis di Tengah Hiruk-Pikuk Kota
Sinema 3 hari lalu
Ulasan Film The King's Warden – Tafsir Segar atas Tragedi Dinasti Joseon
Sinema 3 hari lalu
Terkini
BPJPH Pastikan Produk AS yang Masuk ke Indonesia Memiliki Dua Label Halal
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Babe Haikal: Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara–Arm Limited Inggris
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Warga Tawang Kab Semarang Sambut Kehadiran Gubernur Luthfi di Desa Mereka
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Ratusan Dosen dari Seluruh Indonesia Ikuti Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila di Jateng
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Tekan Harga Cabai, Pemprov Jateng Salurkan Rawit Merah Bersubsidi di 15 Daerah Ini
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Gubernur Luthfi Kunjungi Rumah yang Bakal Terima Bantuan Perbaikan RTLH, Dari Lantai Tanah hingga Atap Bocor
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Masyarakat Sambut Antusias Gerakan Jawa Tengah ASRI yang Digagas Gubernur Luthfi
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Siren's Kiss Rilis Foto Terbaru, Park Min Young Tampil Elegan dan Misterius
Lifestyle 8 jam lalu
Phantom Lawyer: Yoo Yeon Seok Tampil Total dengan Transformasi Ekstrem
Lifestyle 9 jam lalu
Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Usaha Rp5,25 Miliar untuk 1.750 Mustahik
Ragam Nusantara 10 jam lalu