Sinopsis Lemah Santet Banyuwangi Yang Dianggap Lukai Citra Daerah
Karso Aji - 30 April 2025 - SinemaNYALANUSANTARA, JAKARTA- Film Lemah Santet Banyuwangi yang akan tayang dalam waktu dekat mendapat sorotan tajam dari masyarakat, khususnya pelaku seni lokal di Banyuwangi. Salah satu penolakan keras datang dari PC PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) Banyuwangi, yang menilai film ini berpotensi mencoreng nama baik daerah sebagai destinasi wisata dan kota budaya.
Film garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis ini dianggap mengangkat kembali luka lama masyarakat Banyuwangi melalui penggambaran peristiwa pembantaian dukun santet tahun 1998. Ketua PARFI Banyuwangi, Denny Sun’anudin, menyebut bahwa tragedi tersebut sejatinya adalah bagian dari permainan elit politik, bukan konflik mistik semata. Ia menegaskan bahwa selain dukun, banyak guru ngaji juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Santet yang dikenal oleh leluhur kami bukan tentang kekerasan, melainkan santet mahabbah—ilmu kasih sayang,” tegasnya dalam pernyataan kepada media.
Garis Besar Cerita
Film Lemah Santet Banyuwangi berangkat dari thread viral yang ditulis oleh akun @JeroPoint di media sosial. Cerita ini mengangkat sisi kelam Banyuwangi dari sudut pandang horor mistis.
Tokoh utama dalam film ini adalah Satrio, seorang anak berusia 11 tahun yang hidup di sebuah padepokan. Ia menjadi saksi kekejaman sekelompok pria bertopeng hitam yang membantai empat gurunya secara brutal. Tak hanya itu, ayah Satrio pun menjadi korban, meninggalkan jejak luka mendalam di benak sang anak.
Film ini membawa penonton menyusuri trauma kolektif masyarakat dan dampaknya terhadap struktur sosial Banyuwangi pasca tragedi tersebut.
Pemain Utama
Film produksi MD Entertainment ini menampilkan sejumlah nama beken, antara lain:
Kevin Ardilova
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
SINOPSIS Gohan: Heart of Home, Kisah Haru tentang Kesetiaan dan Arti Kehadiran
Sinema 9 jam lalu
SINOPSIS Ip Man: Kung Fu Legend, Aksi Legendaris Penuh Konflik dan Perjuangan di Hong Kong
Sinema 10 jam lalu
SINOPSIS Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Drama Keluarga Penuh Emosi Tayang Mei 2026
Sinema 11 jam lalu
ULASAN Ready or Not 2: Here I Come: Sekuel Ambisius yang Kehilangan Ketegangan
Sinema 2 hari lalu
SINOPSIS Songko: Horor Legenda Minahasa yang Menggali Teror dan Ketakutan Sosial
Sinema 2 hari lalu
Terkini
Kapolrestabes Semarang Resmi Berganti, dari Syahduddi kepada Heri Wahyudi
Ragam Nusantara 35 menit lalu
Dorong Hilirisasi Riset di Tengah Transformasi Hukum Pidana, Kemenkum Jateng - UIN Salatiga Gelar Seminar Nasional
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Mobil China Makin Dominan, Penjualan Melonjak 79 Persen di Indonesia
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Gubernur Jateng Ajak Kadin Berkolaborasi Atasi Kemiskinan Ekstrem
Ragam Nusantara 8 jam lalu
SINOPSIS Gohan: Heart of Home, Kisah Haru tentang Kesetiaan dan Arti Kehadiran
Sinema 9 jam lalu
SINOPSIS Ip Man: Kung Fu Legend, Aksi Legendaris Penuh Konflik dan Perjuangan di Hong Kong
Sinema 10 jam lalu
Besok Siang Karnaval Paskah 2026 di Semarang, Jalan Pemuda Ditutup Sementara
Ragam Nusantara 10 jam lalu
SINOPSIS Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Drama Keluarga Penuh Emosi Tayang Mei 2026
Sinema 11 jam lalu
Kemenkum Jateng Teken Perjanjian Kerjasama dengan 4 Perguruan Tinggi
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Brebes Siap Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia
Ragam Nusantara 12 jam lalu
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan
Ekbis 12 jam lalu