RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Ulasan Retro, Film Terbaru Suriya dan Pooja Hegde

Poin Minus:

Ceritanya mencoba menggabungkan beberapa genre, romansa, aksi, dan lain-lain, tetapi tidak memiliki arah yang jelas. Dimulai sebagai kisah cinta, beralih menjadi drama kriminal, dan berubah arah lagi di pra-klimaks, membuat penonton bingung tentang pesan inti Karthik Subbaraj.

Cengkeraman narasinya menjadi masalah utama. Film ini awalnya menarik tetapi dengan cepat kehilangan momentum. Babak kedua, khususnya, terasa bertele-tele dan tidak fokus, membuat pengalaman menontonnya kurang mengesankan.

Skenarionya kurang mendalam, dan banyak adegan yang tidak memiliki makna emosional yang berarti. Alur karakter dan hubungan kurang berkembang, sehingga membatasi dampak dari momen-momen penting.

Peran Jayaram terasa tidak penting, Nasser hampir tidak dimanfaatkan, dan Prakash Raj hanya memiliki beberapa dialog umum. Dengan penulisan yang lebih baik, para aktor ini dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar pada inti emosional dan naratif film ini.

Aspek Teknis:

Sutradara Karthik Subbaraj bermaksud menciptakan cerita yang memadukan berbagai genre yang menampilkan Suriya sebagai sosok penyelamat. Meskipun ambisinya jelas, kurangnya koherensi naratif dan disiplin struktural membebani film ini. Bagian pertama cukup bagus, tetapi bagian kedua runtuh karena bebannya sendiri.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini