Ulasan Retro, Film Terbaru Suriya dan Pooja Hegde
Karso Aji - 02 Juni 2025 - SinemaRetro, yang dibintangi Suriya dan disutradarai oleh Karthik Subbaraj, menciptakan banyak perbincangan dengan materi promosinya. Film besar ini kini telah dirilis di bioskop dalam berbagai bahasa, termasuk Telugu. Berikut ulasan kami untuk mengetahui bagaimana hasilnya.
Tilak (Joju George) adalah seorang gangster terkenal yang terlibat dalam penyelundupan. Anak angkatnya, Paarivel Kannan (Suriya), jatuh cinta pada Rukmini (Pooja Hegde) dan memutuskan untuk meninggalkan masa lalu kriminalnya, ikatan keluarganya, dan kehidupan lamanya untuk mengejar kedamaian. Namun Tilak mengejar entitas misterius yang disebut 'Ikan Emas', dan hanya Paarivel yang tahu keberadaannya. Setelah ditangkap, Paarivel melarikan diri dari penjara dengan bantuan anak buah Raja Michael (Vidhu). Apa yang terjadi selanjutnya adalah perjalanan yang mengungkap motif Paarivel untuk melarikan diri, niat di balik dukungan Vidhu, dan tindakan ekstrem yang dilakukan Tilak dalam obsesinya dengan Ikan Emas. Jawaban-jawaban ini membentuk inti narasi.
Poin Plus:
Suriya memberikan penampilan yang berdedikasi, tampil dalam berbagai penampilan yang sesuai dengan alur cerita. Ia meyakinkan dalam momen-momen penuh aksi dan menghadirkan intensitas pada adegan-adegan emosional utama.
Pooja Hegde tampil anggun di layar. Meski karakternya penting bagi alur cerita, ia tidak mendapat banyak kesempatan untuk menunjukkan potensi aktingnya.
Joju George tampil cukup baik dalam batasan perannya. Vidhu tampil mengesankan sebagai antagonis yang tidak terduga, menambah ketegangan di babak selanjutnya.
Beberapa adegan aksi dieksekusi dengan baik, dan adegan satu adegan sebelum dan sesudah lagu Kannamma patut disebutkan. Yang lebih menonjol, musik Santhosh Narayanan mengangkat banyak adegan, menambah energi dan beban emosional. Pemeran pendukung tampil dengan cukup baik.
Poin Minus:
Ceritanya mencoba menggabungkan beberapa genre, romansa, aksi, dan lain-lain, tetapi tidak memiliki arah yang jelas. Dimulai sebagai kisah cinta, beralih menjadi drama kriminal, dan berubah arah lagi di pra-klimaks, membuat penonton bingung tentang pesan inti Karthik Subbaraj.
Cengkeraman narasinya menjadi masalah utama. Film ini awalnya menarik tetapi dengan cepat kehilangan momentum. Babak kedua, khususnya, terasa bertele-tele dan tidak fokus, membuat pengalaman menontonnya kurang mengesankan.
Skenarionya kurang mendalam, dan banyak adegan yang tidak memiliki makna emosional yang berarti. Alur karakter dan hubungan kurang berkembang, sehingga membatasi dampak dari momen-momen penting.
Peran Jayaram terasa tidak penting, Nasser hampir tidak dimanfaatkan, dan Prakash Raj hanya memiliki beberapa dialog umum. Dengan penulisan yang lebih baik, para aktor ini dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar pada inti emosional dan naratif film ini.
Aspek Teknis:
Sutradara Karthik Subbaraj bermaksud menciptakan cerita yang memadukan berbagai genre yang menampilkan Suriya sebagai sosok penyelamat. Meskipun ambisinya jelas, kurangnya koherensi naratif dan disiplin struktural membebani film ini. Bagian pertama cukup bagus, tetapi bagian kedua runtuh karena bebannya sendiri.
Sinematografi Shreyaas Krishna lumayan, dengan beberapa visual mencolok yang menonjol. Musik Santhosh Narayanan menjadi sorotan yang jelas, menyuntikkan kehidupan ke dalam bagian-bagian yang tadinya membosankan. Penyuntingan oleh Shafique Mohamed Ali bisa saja lebih tajam – banyak adegan terasa terlalu dipaksakan, sehingga mengganggu tempo. Di sisi positifnya, nilai produksi solid, dan film tampak dipoles secara visual.
Dakwaan:
Secara keseluruhan, Retro adalah drama cinta-aksi yang berhasil di beberapa bagian tetapi gagal dalam eksekusinya. Penampilan Suriya dan musiknya merupakan kekuatan yang pasti, tetapi film ini mengecewakan karena alur ceritanya yang kacau dan bagian kedua yang mengecewakan. Apa yang awalnya menjanjikan akhirnya gagal. Selain para loyalis Suriya, yang lain mungkin merasa sulit untuk tetap tertarik. Tontonlah dengan ekspektasi yang terkendali—jika memang ada.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Setan Alas!, Horor Meta yang Berani Mainkan Klise Film Seram
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Good Luck, Have Fun, Don’t Die, Sci-Fi Satir tentang Ancaman AI dan Perjalanan Waktu
Sinema 1 hari lalu
REVIEW Palestine 36, Film Sejarah Palestina yang Menggugah Tayang di Bioskop Indonesia
Sinema 1 hari lalu
Review Film Project Y: Aksi Neo-Noir Han So Hee dan Jeon Jong Seo yang Stylish, Tapi Ceritanya Kurang Menggigit
Sinema 2 hari lalu
SINOPSIS Number One, Tampilkan Drama Emosional tentang Angka Misterius dan Hubungan Ibu-Anak
Sinema 2 hari lalu
Terkini
Gubernur Jateng Tegaskan Komitmennya untuk Keterbukaan Informasi Publik
Ragam Nusantara 31 menit lalu
Changan Adakan Pameran dan Promosi di Tujuh Kota di Indonesia, Termasuk Jakarta dan Yogyakarta
Lifestyle 1 jam lalu
Bupati Gunungkidul Pimpin Rakordal Pembangunan Triwulan I 2026, Fokus pada Peningkatan Kinerja dan Transparansi Proyek
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Bupati Banyumas Gelar Tarawih Keliling, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan dan Keamanan
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Gus Yasin Berdialog dengan Mahasiswa UNS, Tanggapi Isu Kemiskinan dan Pembangunan
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Pemprov Jateng Rekayasa Lalu Lintas di Exit Tol Bawen Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Wagub Jateng Ajak Santri Produksi Konten Media yang Jujur dan Bertanggung Jawab
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan Penguatan Ekonomi Kunci Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Ekbis 5 jam lalu
Wabup Banyumas Pimpin HLM TPID Bahas Persiapan Lebaran 2026
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Pemkab Cilacap Gelar Musrenbang RKPD 2027 Guna Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Pemerintah Pastikan Ekonomi Stabil, Stok Pangan dan Energi Aman di Tengah Ketegangan Geopolitik
Ragam Nusantara 7 jam lalu