Ulasan 'Sister Midnight': Mistisisme Feminin, tapi Jadikan Mengerikan
Karso Aji - 17 Juni 2025 - SinemaPenderitaan rumah tangga seorang ibu rumah tangga berubah menjadi mengerikan dalam komedi gelap yang berlatar di daerah kumuh Mumbai ini.
Malaise berubah menjadi mengerikan dalam "Sister Midnight," kisah yang berubah-ubah tentang perjodohan yang berakhir buruk. Film ini, yang ditulis dan disutradarai dengan orisinalitas yang mendebarkan oleh Karan Kandhari, sebagian besar berlatar di daerah kumuh Mumbai dan mengikuti seorang ibu rumah tangga pemarah bernama Uma (Radhika Apte), yang kekurangan kepuasan yang terwujud sebagai rasa lapar yang gelap dan rakus.
Uma tertekan oleh hampir setiap aspek kehidupan rumah tangganya yang baru, tetapi penderitaan pertamanya muncul di menit-menit awal film setelah suaminya yang pendiam, Gopal (Ashok Pathak), meninggalkannya di rumah mereka yang hanya memiliki satu kamar tanpa uang untuk membeli bahan makanan. Ia kesepian, lapar, dan bosan, dan hari-hari berikutnya tidak banyak membantu meredakan kebosanannya. Seiring berjalannya waktu, penderitaannya berubah menjadi gejala seperti flu yang membuatnya tertidur dengan kelelahan, muntah, dan menggigil.
Di sinilah film ini beralih ke hal-hal paranormal, dengan penderitaan Uma dan ekspresinya yang lebih buruk di malam hari yang menjadi metafora atas ketidakpuasannya. Jika penulis Betty Friedan pernah mengabstraksikan kengerian menjadi ibu rumah tangga sebagai "masalah yang tidak memiliki nama," "Sister Midnight" menyebut kengerian itu seperti itu, lalu memberinya ciri khas genre yang sesuai.
Dalam film pertamanya, Kandhari memanfaatkan humor yang mengerikan dan citraan yang ekspresif, termasuk efek stop-motion. Ia jarang mengandalkan dialog dan lebih menyukai alur cerita yang tidak jelas, yang membuat cerita menjadi tidak jelas dan terkadang membingungkan. Akhirnya, muncul pola berulang yang dapat terasa menyesakkan. Namun, jika hal itu mengganggu kita, bayangkan saja bagaimana perasaan Uma.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Setan Alas!, Horor Meta yang Berani Mainkan Klise Film Seram
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Good Luck, Have Fun, Don’t Die, Sci-Fi Satir tentang Ancaman AI dan Perjalanan Waktu
Sinema 1 hari lalu
REVIEW Palestine 36, Film Sejarah Palestina yang Menggugah Tayang di Bioskop Indonesia
Sinema 1 hari lalu
Review Film Project Y: Aksi Neo-Noir Han So Hee dan Jeon Jong Seo yang Stylish, Tapi Ceritanya Kurang Menggigit
Sinema 2 hari lalu
SINOPSIS Number One, Tampilkan Drama Emosional tentang Angka Misterius dan Hubungan Ibu-Anak
Sinema 2 hari lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 8 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 9 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 10 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 11 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 14 jam lalu