Ulasan Film Abraham's Boys: A Dracula Story
Karso Aji - 15 Juli 2025 - SinemaMeskipun didukung oleh naskah yang kuat dan jajaran aktor yang solid, eksekusi film ini justru melemahkan potensinya. “Abraham’s Boys: A Dracula Story,” adaptasi dari cerita pendek karya Joe Hill (penulis The Black Phone), disutradarai dan ditulis oleh Natasha Kermani, menyuguhkan sekuel semi-naratif dari kisah Dracula yang menempatkan Abraham Van Helsing (diperankan Titus Welliver) di wilayah Amerika, membesarkan dua anak bersama istrinya, Mina (Jocelin Donahue), yang pernah menjadi incaran Dracula.
Kekuatan dan Kelemahan Film:
Kermani memilih pendekatan yang lebih reflektif dan tidak konvensional daripada kisah pemburu vampir yang biasa. Namun, pendekatan itu kurang mampu menutupi kelemahan dari aspek produksi yang terasa tidak natural dan kurang atmosferik, menjadikan film ini kurang berkesan dalam genre horor.
Cerita dibuka dengan kecurigaan Van Helsing terhadap perilaku aneh Mina—sebuah misteri apakah itu ulah vampir, delusi, atau hal lain. Sayangnya, meski premisnya menjanjikan, kemampuan teknis dan pengarahan tidak cukup kuat untuk meyakinkan penonton. Gambaran tahun 1915 di California terasa terlalu bersih dan buatan, sementara karakter pendukung tampak modern dan kurang selaras dengan era yang dimaksud. Adegan-adegan horor pun gagal menciptakan ketegangan atau kejutan yang diharapkan.
Performa Aktor:
Ketika anak-anak Van Helsing—Max (Brady Hepner) dan Rudy (Judah Mackey)—mengetahui kebenaran tentang ayah mereka, cerita mulai menemukan daya tariknya. Kedua aktor muda tampil kompak dan emosional, didukung performa Welliver yang tetap memikat meski aksen Eropanya tidak konsisten. Donahue, sebagai Mina, menghadirkan nuansa lembut dan tragis yang menghantui, meskipun latar belakang romansa antara Mina dan Van Helsing pasca-Dracula terasa ambigu dan mengganggu.
Penyutradaraan dan Visual:
Sayangnya, kemampuan menulis Kermani tidak diimbangi dengan penyutradaraan yang efektif. Nuansa film terasa hambar, visualnya datar, dan tidak mampu mendukung momen-momen penting. Format layar yang tidak maksimal membuat film ini lebih tampak seperti serial TV tahun 1990-an daripada film yang berlatar awal abad ke-20.
Kesimpulan:
“Abraham’s Boys” menawarkan interpretasi cerdas dan berbeda terhadap kisah klasik Dracula, dan dalam beberapa bagian mampu mendekonstruksi narasi yang sudah banyak diadaptasi. Sayangnya, film ini gagal mengembangkan potensi idenya sepenuhnya, karena kelemahan teknis dan kurangnya atmosfer membuat kisah yang seharusnya hidup menjadi nyaris mati.
Putusan:
Film spin-off ini memiliki konsep menarik dan pendekatan segar, namun lemah dalam eksekusi teknis dan atmosfer, menjadikannya tontonan yang mudah dilupakan meski memiliki potensi besar.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Setan Alas!, Horor Meta yang Berani Mainkan Klise Film Seram
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Good Luck, Have Fun, Don’t Die, Sci-Fi Satir tentang Ancaman AI dan Perjalanan Waktu
Sinema 1 hari lalu
REVIEW Palestine 36, Film Sejarah Palestina yang Menggugah Tayang di Bioskop Indonesia
Sinema 1 hari lalu
Review Film Project Y: Aksi Neo-Noir Han So Hee dan Jeon Jong Seo yang Stylish, Tapi Ceritanya Kurang Menggigit
Sinema 2 hari lalu
SINOPSIS Number One, Tampilkan Drama Emosional tentang Angka Misterius dan Hubungan Ibu-Anak
Sinema 2 hari lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 8 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 9 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 10 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 11 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 14 jam lalu