REVIEW Rego Nyowo: Kost Berhantu dengan Cerita Setengah Matang
Karso Aji - 04 Agustus 2025 - SinemaREGO NYOWO (2025) kembali mengusung formula horor klasik: tokoh baru pindah ke tempat asing, lalu diteror kekuatan supranatural. Cerita yang diadaptasi dari thread viral “Kosan Berdarah” karya @Kelanarastudio ini digarap oleh Rizal Mantovani—sutradara langganan genre horor—dan diproduksi oleh Hitmaker Studios.
Secara premis, ide kost berhantu sebenarnya cukup potensial untuk diolah menjadi kisah menegangkan. Sayangnya, film ini hanya mengandalkan jump scar generik yang terasa hambar dan mudah ditebak. Karakter yang terlalu banyak justru memperlemah fokus cerita—selain tokoh utama seperti Lena, Benhur, Bobby, Rina, dan Yamin, sisanya hanya muncul sekilas tanpa kontribusi berarti. Interaksi antar tokoh pun kaku dan sering kali terasa canggung, membuat penonton lebih bosan ketimbang takut.
Hubungan keluarga antara Benhur dan Lena yang semula tampak menjanjikan sebagai kisah inti emosional, tiba-tiba tenggelam begitu saja setelah paruh awal film, digantikan oleh teror monoton dari pocong gantung. Ironisnya, ketika film memasuki klimaks, entitas pocong itu malah berubah menjadi genderuwo, aktivitas logika cerita. Flashback tentang Ibu Astri dan Pak Wiryo yang dulu miskin lalu ikut sekte penyembah pocong juga tak dikembangkan dengan baik. Pak Wiryo dijelaskan seperti tak tahu-menahu, padahal ia ikut merawat kost yang jadi pusat teror.
Dari sisi akting, film ini muncul oleh deretan pemain muda Gen Z dan aktor yang tampil blasteran, namun penampilan mereka kurang menggigit. Penampilan Diah Permatasari sebagai Ibu Astri yang seharusnya jadi sorotan pun terasa sia-sia karena karakter dan naskahnya lemah. Visual pun jadi sorotan negatif: tata rias Sandrinna Michelle tampak terlalu “sempurna” di setiap adegan, sampai-sampai kontras dengan pemain lain dan mengganggu ilusi realisme.
Dialog dengan logat Jawa Timur dan Sunda pun terasa dipaksakan, tidak natural, bahkan mengurangi kekuatan cerita. Meski tata artistik khas Hitmaker tetap mewah dan rapi, namun tidak cukup kuat untuk menutupi kelemahan mendasar dari plot dan karakterisasi.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Setan Alas!, Horor Meta yang Berani Mainkan Klise Film Seram
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Good Luck, Have Fun, Don’t Die, Sci-Fi Satir tentang Ancaman AI dan Perjalanan Waktu
Sinema 1 hari lalu
REVIEW Palestine 36, Film Sejarah Palestina yang Menggugah Tayang di Bioskop Indonesia
Sinema 1 hari lalu
Review Film Project Y: Aksi Neo-Noir Han So Hee dan Jeon Jong Seo yang Stylish, Tapi Ceritanya Kurang Menggigit
Sinema 2 hari lalu
SINOPSIS Number One, Tampilkan Drama Emosional tentang Angka Misterius dan Hubungan Ibu-Anak
Sinema 2 hari lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 7 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 7 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 8 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 9 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 12 jam lalu