RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

ULASAN War 2: Pertarungan Bergaya, tapi Kurang Menggigit

War 2 hadir sebagai bagian baru dari YRF Spy Universe, dengan ancaman besar bernama Kaali, organisasi gelap yang beranggotakan tokoh anonim dari berbagai negara Asia. Target mereka adalah Perdana Menteri India. Kabir (Hrithik Roshan), mantan agen R&AW yang kini bekerja sebagai agen lepas, menjadi figur kunci—ditarik ke dalam jebakan Kaali sekaligus diburu oleh Vikram (Jr NTR). Sementara itu, Kavya Luthra (Kiara Advani), perwira Angkatan Udara India dengan masa lalu bersama Kabir, membawa dendam pribadi yang membuat intrik semakin rumit.

Dari sisi presentasi, War 2 tampil mewah. Sinematografinya menawan dengan lokasi-lokasi eksotis yang dijadikan arena aksi. Adegan laga disajikan dengan energi tinggi dan produksi kelas atas. Musik latarnya juga menghidupkan atmosfer, terutama lewat lagu “Aavan Jaavan” dan “Janaab-e-Aali” yang berpadu mulus dengan scoring film. Sejumlah kejutan yang ditaburkan berhasil menjaga rasa penasaran.

Namun, di balik gaya visualnya, cerita terasa kurang tajam. Untuk sebuah thriller mata-mata, taruhannya semestinya tinggi, tapi film gagal menanamkan urgensi. Alur panjang—hampir tiga jam—sering terasa bertele-tele dan bisa dipangkas tanpa kehilangan esensi. Eksplorasi dunia yang melompat-lompat antarnegara justru membingungkan, sementara konflik emosional kurang tergarap sehingga film kerap terasa seperti rangkaian montase penuh aksi.

Di sisi akting, Hrithik Roshan menjadi pusat perhatian. Ia menghadirkan Kabir dengan intensitas dingin dan penuh kontrol, bahkan senyum sinisnya menghadirkan nuansa mengancam. Jr NTR menghadirkan energi sepadan sebagai Vikram, menjadikan rivalitas mereka hidup. Kiara Advani tampil solid, meski perannya terasa kurang dieksplorasi. Ashutosh Rana sebagai Kolonel Luthra tetap memberikan wibawa, sementara beberapa wajah baru memperkaya Spy Universe.

Secara keseluruhan, War 2 adalah tontonan penuh gaya: visual memikat, musik enak, dan akting kuat. Sayangnya, minimnya kedalaman cerita membuatnya lebih terasa sebagai hiburan aksi berkelas ketimbang thriller spionase yang benar-benar menggigit.

Putusan: sebuah blockbuster dengan tampilan mewah, tapi kurang substansi.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini