ULASAN Hanya Namamu dalam Doaku: Potret Keegoisan Lelaki dalam Balutan Melodrama
Karso Aji - 27 Agustus 2025 - SinemaKarya terbaru Reka Wijaya (Bolehkah Sekali Saja Kumenangis) menyorot figur seorang ayah sekaligus suami yang gagal mengambil keputusan sehat, hingga menjerumuskan dirinya pada serangkaian pilihan keliru. Tokoh utamanya memang tidak mudah disukai, tetapi mengisahkan sosok yang dungu bukanlah kesalahan. Hanya Namamu dalam Doaku justru menampilkan seorang pria yang bertahan pada keyakinannya, seabsurd apa pun itu.
Arga (Vino G. Bastian) hidup harmonis bersama istrinya, Hanggini (Nirina Zubir), dan putri mereka, Nala (Anantya Kirana). Kebahagiaan itu runtuh ketika Arga divonis mengidap ALS, penyakit langka yang merenggut kemampuan motoriknya secara bertahap. Alih-alih jujur pada keluarga, ia memilih menyimpan rapat kabar tersebut, hanya memberi tahu Rio (Ge Pamungkas), sepupunya, dan Marisa (Naysila Mirdad), mantan pacar sekaligus dokternya. Keputusan itu bukannya meringankan beban, melainkan menambah luka baru, terutama ketika Hanggini mulai curiga adanya perselingkuhan.
Naskah garapan Santy Diliana dan Elin Yuma paham benar sisi rapuh sekaligus problematis laki-laki yang kerap memikul tanggung jawab berlebihan sebagai kepala keluarga. Ironisnya, beban itu justru memperparah keadaan. Film pun menempatkan diri di wilayah abu-abu: apakah sedang meromantisasi kebodohan Arga, atau justru mengkritiknya? Untungnya, ada titik balik ketika Rio dan Marisa akhirnya membuka rahasia pada Hanggini—sebuah momen yang menegaskan film ini lebih condong ke arah kritik.
Aktor-aktor memberi performa kuat: Vino berhasil menjaga perannya tetap manusiawi di tengah kondisi fisik yang kian rapuh, Nirina tampil emosional dan menghantam, Anantya matang meski masih belia. Hanya saja, beberapa adegan, khususnya pertengkaran antara Nirina dan Ge Pamungkas, terasa lebih menggelikan daripada menyayat—sesuatu yang sebagian ditanggung oleh gaya pengarahan Reka dan pilihan kamera.
Meski mencoba menjauhi klise melodrama dengan tidak terus-menerus memompa emosi, film ini tetap kerap jatuh pada pola lama. Pada akhirnya, simpati terhadap Arga sulit terbangun, dan kompleksitas yang ingin dihadirkan tidak sepenuhnya tergarap. Anehnya, justru cuplikan dokumenter tentang penderita ALS di akhir film menghadirkan momen paling menyentuh—lebih kuat ketimbang dua jam dramatisasi sebelumnya.
Namun, kesungguhan tetap menjadi ciri karya Sinemaku, termasuk di sini. Detail medis, aspek hukum keluarga, hingga pesan tentang pentingnya opini kedua dalam dunia medis, semua digarap dengan cermat. Meski tidak sempurna, film ini tetap meninggalkan kesan sebagai usaha yang tulus.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Setan Alas!, Horor Meta yang Berani Mainkan Klise Film Seram
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Good Luck, Have Fun, Don’t Die, Sci-Fi Satir tentang Ancaman AI dan Perjalanan Waktu
Sinema 1 hari lalu
REVIEW Palestine 36, Film Sejarah Palestina yang Menggugah Tayang di Bioskop Indonesia
Sinema 1 hari lalu
Review Film Project Y: Aksi Neo-Noir Han So Hee dan Jeon Jong Seo yang Stylish, Tapi Ceritanya Kurang Menggigit
Sinema 2 hari lalu
SINOPSIS Number One, Tampilkan Drama Emosional tentang Angka Misterius dan Hubungan Ibu-Anak
Sinema 2 hari lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 8 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 9 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 10 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 11 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 14 jam lalu