Pertandingan “Paspor Melawan Waktu” dan Makna Besar Partisipasi Venezuela di Olimpiade
Karso Aji - 15 Februari 2026 - SportNYALANUSANTARA, TSERO- PERTANDINGAN PASPOR MELAWAN WAKTU
Namun, perjalanan Olimpiade-nya hampir terhenti oleh rintangan yang tak terduga, yakni paspor Venezuela miliknya ternyata telah berakhir.
Berdasarkan peraturan Olimpiade, atlet harus membawa paspor yang masih berlaku. Namun karena kendala ketidakpastian, layanan konsuler Venezuela di Kanada tidak beroperasi sepenuhnya, sehingga pembaruan paspor di sana mustahil dilakukan. Kurang dari dua pekan sebelum Olimpiade, Claveau-Laviolette terbang kembali ke Venezuela untuk mengurus dokumen-dokumen baru.
Dalam waktu sepekan, Claveau-Laviolette merampungkan pengurusan dokumen sambil menghadiri acara-acara media dan bertemu dengan para pejabat dari Komite Olimpiade Venezuela. Presiden komite tersebut, Maria Soto, membantu mempercepat proses pengurusan dokumen.
"Saya diperlakukan seperti raja," kenangnya. "Banyak sekali warga Venezuela yang menulis surat kepada saya, mengatakan mereka bangga dan ingin melihat saya berkompetisi. Itu benar-benar menyentuh hati saya."
Paspornya pun diterbitkan tepat waktu. Ketika akhirnya Claveau-Laviolette berdiri di garis start Olimpiade, dia tidak hanya membawa aspirasinya sendiri, tetapi juga harapan para pendukung yang berada ribuan kilometer jauhnya.
KEHADIRAN SEBAGAI KEMENANGAN
Sejak Olimpiade Musim Dingin 1998 di Nagano, hanya ada lima atlet Venezuela yang lolos kualifikasi untuk Olimpiade Musim Dingin. Setelah Olimpiade Sochi pada 2014, negara tersebut absen dalam dua edisi Olimpiade Musim Dingin berikutnya.
Sebagai satu-satunya perwakilan Venezuela di Milan-Cortina, Claveau-Laviolette juga bertugas sebagai pembawa bendera dalam upacara pembukaan, mengibarkan bendera berwarna kuning, biru, dan merah itu tinggi-tinggi pada malam musim dingin di Italia utara.
Usai pertandingan pada Kamis (12/2), di bawah sinar matahari Tesero yang cerah, Claveau-Laviolette berbincang dengan Xinhua sambil mengenakan atasan tanpa lengan. Ketika ditanya apakah dirinya merasa kedinginan, Claveau-Laviolette menjawab pertanyaan itu. "Jangan khawatir, saya sama sekali tidak kedinginan. Sinar matahari yang hangat membuat saya merasa seperti kembali ke Venezuela."
Baginya, ukuran kesuksesan sejati bukan hanya peringkat.
“Saya berharap dalam empat tahun ke depan, Venezuela setidaknya bisa memiliki satu, mungkin dua atau tiga atlet di Olimpiade Musim Dingin,” tuturnya. "Jika partisipasi saya membuat jalan menuju tujuan tersebut sedikit lebih mudah, itu akan sangat berarti."
Berbeda dengan banyak atlet profesional purnawaktu, Claveau-Laviolette juga masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan teknik sipil. Setelah Olimpiade, dia akan kembali ke kampus untuk bersiap menghadapi ujian tengah semester.
Di dekatnya, Claveau-Laviolette berharap dapat kembali mewakili Venezuela di kejuaraan Dunia Ski Nordik tahun depan di Falun, Swedia, dan terus meningkatkan prestasinya.
Bagi sebuah negara tanpa salju, perjalanannya mungkin tampak mustahil. Namun, dengan meninggalkan jejaknya di lintasan Olimpiade, Claveau-Laviolette telah menunjukkan bahwa bagi beberapa negara, bisa ikut berkompetisi saja sudah merupakan sebuah kemenangan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Raih BRI Assist of The Week, Pemain Muda Persijap Ini Makin Termotivasi
Sport 1 hari lalu
Reva Adi Siap Bantu PSIM Raih Poin Lawan Bhayangkara FC
Sport 1 hari lalu
Hadapi Laga Berat, PSIM Yogyakarta Waspadai Lini Depan Bhayangkara FC
Sport 1 hari lalu
Gubernur Jateng Resmikan Asrama Atlet Paralympic, Dorong Cetak Prestasi Nasional dan Internasional
Sport 2 hari lalu
Kompany Puji Terobosan Union Berlin Angkat Pelatih Perempuan di Bundesliga
Sport 3 hari lalu
Terkini
Tegaskan Kota Semarang Inklusif, Karnaval Paskah Berikan Panggung Bagi Difabel
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Melesat, Capai Ribuan Ton
Ragam Nusantara 15 jam lalu
Xiaomi Hadirkan Robot Vacuum H50 Series di Indonesia, Solusi Bersih Pintar Hingga 15.000Pa
Tekno 16 jam lalu
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 17 jam lalu
Ford RMA Indonesia Resmi Buka FEC Sunter Guna Perkuat Komitmen Jangka Panjang di Indonesia
Lifestyle 17 jam lalu
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 17 jam lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 19 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 19 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 20 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 20 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 21 jam lalu