PLTSa Dinilai Solusi Strategis Atasi Krisis Sampah Nasional
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Lembaga riset Tenggara Strategics menilai pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) merupakan langkah strategis dan mendesak untuk menjawab persoalan sampah di Indonesia. Pasalnya, volume timbulan sampah nasional diperkirakan hampir mencapai 57 juta ton per tahun, dengan lebih dari 66 persen di antaranya masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, Riyadi Suparno, mengungkapkan bahwa kota-kota besar di Indonesia kini menghasilkan sampah lebih dari 1.000 ton per hari. Dalam kondisi tersebut, pendekatan waste to energy dinilai menjadi opsi yang hampir tak terhindarkan untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh.
“Dengan tingkat produksi sampah sebesar itu, pilihan paling realistis adalah mengonversi sampah menjadi energi,” ujar Riyadi dalam konferensi pers pemaparan hasil kajian bertajuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di Jakarta, Rabu.
Senior Researcher Tenggara Strategics, Intan Salsabila Firman, menambahkan bahwa krisis sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membawa risiko serius bagi kesehatan masyarakat. Dampak tersebut meliputi meningkatnya penyakit pernapasan, diare, hingga potensi cacat lahir bagi warga yang tinggal di sekitar TPA.
Ia menilai pengalaman Indonesia dalam pengembangan PLTSa sebelumnya masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait pembiayaan, pemilihan teknologi, serta tata kelola lingkungan. “Pembelajaran dari PLTSa Benowo dan Putri Cempo menunjukkan bahwa kesiapan teknologi, pengelolaan limbah yang ketat, serta kepastian pembiayaan jangka panjang menjadi faktor krusial,” jelas Intan.
Menurutnya, terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 membawa angin segar bagi pengembangan PLTSa. Regulasi tersebut mencakup peningkatan harga beli listrik PLTSa oleh PLN menjadi 20 sen dolar AS per kilowatt jam, penghapusan skema tipping fee, serta pemberian prioritas must-dispatch ke jaringan listrik nasional.
Dari aspek teknologi, Tenggara Strategics merekomendasikan penggunaan insinerator berteknologi maju yang telah teruji di berbagai negara, dengan pengendalian emisi serta pengelolaan abu yang memenuhi standar lingkungan.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, MESIR — Serangan Israel makin membabi buta…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo…
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan…
NYALANUSANTARA, OXFORD- Pelatih FC Bayern Munich, Vincent Kompany, menilai…
NYALANUSANTARA, LONDON- Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick, menilai timnya…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor, mengungkapkan bahwa…
NYALANUSANTARA, BEIJING- Sidang tahunan "Dua Sesi" Tiongkok telah lama…
NYALANUSANTARA, LONDON- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diumumkan…
NYALANUSANTARA, BANTEN- Pujiman, yang juga dikenal sebagai Kak Iman,…
NYALANUSANTARA, Semarang- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Merek otomotif asal China, Changan, menggelar…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin…
Komentar