Banyak KUR Digunakan Tidak Sesuai Peruntukan, KemenkopUKM Tingkatkan Pengawasan

Banyak KUR Digunakan Tidak Sesuai Peruntukan, KemenkopUKM Tingkatkan Pengawasan

NYALAnusantara, Jakarta- Sejumlah fakta temuan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) keda Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), diungkapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM). Berdasarkan monitor dan evaluasi (monev) di 23 provinsi, Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Yulius mengungkapkan penyaluran dana KUR tidak sepenuhnya digunakan untuk modal usaha.

Bahkan, imbuh Yulius, dana itu ada yang digunakan untuk merenovasi rumah hingga membeli kendaraan. "Secara garis besar masih terdapat beberapa temuan. Salah satunya, dana KUR yang diterima tidak sepenuhnya dipakai untuk modal usaha. Ada sebagian yang digunakan juga untuk keperluan lainnya, seperti merenovasi rumah, beli kendaraan dan lainnya," ujar Yulius.

Oleh itu, kini KemenkopUKM meningkatkan pengawasan dan pemantauan terkait penyaluran KUR. Pemerintah juga akan membuat kebijakan agar KUR tidak disalahgunakan dan tepat sasaran. "Ya kita akan tingkatkan monitoring dan pengawasannya. Jadi ini nakal nih orang pinjam untuk usaha ternyata malah renovasi rumah," tambahnya.

Ia juga berharap monev tersebut dapat membantu memastikan penyaluran KUR tepat sasaran sehingga berdampak pada UMKM.

Kendati demikian, Yulius membantah saat ditanya soal bank yang meloloskan dana KUR kepada debitur nakal demi mengejar target debitur baru. Menurut Yulius, hal ini bisa terjadi karena kesalahan dari debitur. "Ya kita akan kita tingkatkan monitoring dan pengawasannya. Jadi ini nakal nih orang pinjam untuk usaha ternyata malah renovasi rumah," tambahnya.

Ia juga berharap monev tersebut dapat membantu memastikan penyaluran KUR tepat sasaran sehingga berdampak pada UMKM.

Kendati demikian, Yulius membantah saat ditanya soal bank yang meloloskan dana KUR kepada debitur nakal demi mengejar target debitur baru. Menurut Yulius, hal ini bisa terjadi karena kesalahan dari debitur.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini