Mengahabiskan Waktu Liburan di Jepara

Mengahabiskan Waktu Liburan di Jepara

NYALANUSANTARA, Jepara- Kabupaten Jepara, sebuah kabupaten kecil di Pantura Jawa Tengah, sering kali terlupakan dalam daftar destinasi wisata. Meskipun terkenal sebagai tempat kelahiran pahlawan wanita Indonesia, R.A Kartini, Jepara memiliki daya tarik yang lebih dari sekadar sebagai "Kota Kelahiran Kartini". Potensi wisata yang menarik tersebar di berbagai penjuru kabupaten ini.

Selain sebagai tempat kelahiran R.A Kartini, Jepara dikenal sebagai pusat ekspor bahan baku mebel berkualitas. Namun, daya tariknya tidak hanya terbatas pada industri mebel. Jepara menawarkan berbagai destinasi wisata alam, budaya, dan sejarah yang memperkaya pengalaman wisatawan.

Wisata Sejarah
Jepara memiliki warisan sejarah yang menarik untuk dijelajahi. Jejak-jejak sejarah R.A Kartini dapat ditemukan di Museum R.A Kartini yang menyimpan barang-barang peninggalan beliau. Pendopo Jepara juga menjadi saksi penting dalam kehidupan Kartini, tempat di mana gagasan emansipasi perempuan pertama kali diusulkan.

Selain itu, Benteng Portugis di Desa Banyumanis merupakan saksi bisu kerja sama antara Sultan Agung dan Bangsa Portugis melawan VOC pada masa kolonial.

Wisata Alam
Potensi alam Jepara sangatlah melimpah. Mulai dari pantai, bukit, air terjun, hingga gunung dapat ditemukan di sini. Pantai Blebak Jepara menjadi salah satu destinasi favorit dengan pasir putihnya yang lembut dan pemandangan alami yang memukau, termasuk sawah dan hutan bakau yang mengelilinginya. Pantai Blebak juga menawarkan kesempatan untuk bersantai sambil menikmati matahari terbenam yang eksotis.

Pulau Karimun Jawa, meskipun agak jauh dari daratan, menawarkan keindahan alam bawah laut yang memukau. Meskipun perjalanan menggunakan kapal dapat memakan waktu 3-5 jam, pesonanya berhasil memikat banyak wisatawan.

Wisata Budaya
Jepara juga kaya akan potensi wisata budaya. Salah satu tradisi unik adalah Lomban Kupatan, sebuah ritual sedekah kepada laut yang diakui sebagai warisan budaya tak benda nasional. Tradisi ini dilakukan dengan menenggelamkan kepala kerbau ke laut sebagai ungkapan syukur atas keselamatan dan rezeki yang baik.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini