Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Diminta Din Syamsudin Jangan Jadi Kader Jenggot
NYALANUSANTARA, Semarang- Pemuda Muhammadiyah diminta jadi orang merdeka dan tidak tergantung dengan orang lain. Hal itu diungkapkan Prof KH Muhammad Sirajuddin Syamsudin MA, PhD, atau akrab disapa Prof Din Syamsudin, di acara "Tabligh Akbar" dalam rangka Musyawarah Daerah (Musyda) Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, periode Muktamar ke XVIII dan Hari Bermuhammadiyah, yang diselenggarakan di Masjid Jami BSB Jatisari, Kecamatan Mijen, Minggu (25/2/2024).
"Dulu waktu saya aktif di KNPI dan Wakil Ketua Majelis Pemuda Indonesia, itu banyak diajarkan untuk jangan jadi kader jenggot. Saya ngga ngerti apa yang dimaksud kader jenggot itu, ternyata kader jenggot itu seorang anak muda yang nyantol kepada seorang tokoh jadi kayak jenggot itu. Meski dia ditarik tapi dia hanya jadi pesuruh, maka jangan jadi kader jenggot tapi jadilah sebagai seorang pemuda yang punya jatidiri," ungkap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.
"Seorang pemuda harus mampu menunjukkan diri, kalau kita punya kemampuan, kita punya kapasitas maka kita akan dicari orang. Jangan minta ke sana kemari, tidak punya kapasitas. Yang ada kita hanya disuruh dan jadi orang terjajah serta menjadi orang-orang yang dikendalikan oleh orang lain. Maka para pemuda tanamkan dan kembangkanlah kapasitas dam kemampuan diri," pesan Din Syamsudin.
Ia mengingatkan salah satu identitas kader pemuda dan warga Muhammadiyah adalah menjadi mukmin mukminat sejati. "Dan jadi seorang mukmin dan mukminat sejati adalah insan mandiri, yang hanya terkait dan mengaitkan diri kepada Allah SWT. Itulah makna dari Laa Ilaha illallah, tiada Tuhan kecuali Allah. Kita tidak men-Tuhan-kan yang lain, inilah akar dari sikap dan kepribadian mandiri. Jangan menjadi manusia yang terjajah, tapi jadilah manusia merdeka," sambungnya.
Din meyakini dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia serta ditunjang kekayaan alam yang ada di Indonesia, membuat negeri ini luar biasa. "Ada pengamat di luar negeri mengatakan, kalau negara ini diurus dengan sebaik-baiknya secara berkeadilan, Indonesia tidak mustahil akan menjadi negara adikuasa dunia di masa akan datang," ucapnya.
Din Samsudin juga meminta para Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang untuk mencontoh Nabi Yusuf AS, Nabi Ibrahim AS, dan para pemuda Kahfi. "Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, lebih bagus menyingkir daripada tidak mampu menghadapi. Karena mereka (para pemuda itu) tidak mau berkompromi dengan penguasa yang lalim dan dzolim," kata mantan Ketua Umum MUI tersebut mengutip dari ayat suci Al Qur'an.
Din mengaku sengaja menyampaikan hal itu, karena di era seperti saat ini mudah sekali para pemuda itu dipecah belah. "Kalau pemuda itu mudah dirayu, dibujuk dan digoda sehingga bakal mudah kehilangan jatidiri," tandasnya.
Sedangkan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Suharno mengatakan Musyda ke XVIII ini mengambil tema Pemuda Berkeadaban dan menuju Indonesia yang berkeadilan. Ia berharap pengurus ke depan bisa menjadi pemuda-pemuda yang mandiri dan mewarnai kancah dakwah dan perpolitikan di tingkat regional maupun nasional.
Editor: Redaksi
Terkait
NyalaNusantara.com, Semarang - Dalam kurun waktu kurang dari…
NyalaNusantara.com, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti…
Terkini
NYALANUSANTARA, SEOUL- Drama terbaru KBS 2TV To My Beloved…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, JEJU- Drama komedi terbaru tvN Undercover Miss Hong…
NYALANUSANTARA, Purbalingga - Upaya penanganan bencana alam hidrometeorologi…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah tegas soal…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
NYALAUSANTARA, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk terus…
NYALANUSANTARA, Kendal– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan seluruh…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Sragen- Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen,…
Komentar