Bupati Gunungkidul Tegaskan Komitmennya Percepat Penerapan Manajemen Talenta ASN
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmennya untuk mempercepat penerapan Manajemen Talenta ASN pada tahun 2026, meski hingga kini masih menjadi satu-satunya daerah di DIY yang belum menerima penghargaan atas penerapan sistem tersebut.
Komitmen itu disampaikan oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat menghadiri acara Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, belum lama ini.
Bupati Endah menyatakan bahwa kondisi tersebut justru menjadi pemicu bagi Pemkab Gunungkidul untuk berlari lebih cepat mengejar ketertinggalan. “Gunungkidul terus berlari mengejar ketertinggalan. Ini menjadi motivasi bagi saya, bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, untuk bekerja lebih keras lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pada 2026, Pemkab Gunungkidul akan segera mengimplementasikan Manajemen Talenta melalui aplikasi SIMATA BKN. Sesuai dengan arahan Kepala BKN RI, penerapan sistem ini ditargetkan rampung paling lambat pada Februari atau Maret 2026.
“Seperti yang disampaikan langsung Kepala BKN, Gunungkidul paling lambat Februari atau Maret harus sudah tuntas dan melaksanakan penerapan Manajemen Talenta,” tambah Endah.
Sementara itu, pada acara yang sama, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menerima penghargaan atas penerapan Manajemen Talenta di lingkungan pemerintah daerah. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam sambutannya, Sri Sultan menegaskan bahwa pengelolaan ASN harus dilakukan secara inklusif dan berorientasi pada pembangunan ekosistem talenta. “Manajemen talenta harus beralih dari sekadar merawat segelintir bintang menuju pembangunan ekosistem talenta yang memungkinkan setiap potensi menemukan momentumnya,” ujar Sri Sultan.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan manajemen talenta berbasis data dinamis untuk menjawab tantangan birokrasi modern. "Keselarasan antara kompetensi dan kebutuhan jabatan harus dipahami sebagai proses yang dinamis, adaptif, kompetitif, dan berlandaskan bukti,” tambahnya.
Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh, menyampaikan bahwa penerapan Manajemen Talenta berdampak langsung pada peningkatan kinerja ASN dan kualitas pelayanan publik. “Pemda yang tidak menerapkan manajemen talenta pasti akan tertinggal. Seluruh negara maju menerapkan meritokrasi ini,” tegas Zudan.
Zudan juga menambahkan bahwa mobilitas talenta antarinstansi perlu didorong lebih masif untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia di daerah. "Kalau daerah kekurangan SDM, bisa mencari dari provinsi, kementerian, atau lembaga lain. Mobilitas talenta harus dijalankan,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Rumah Sakit Islam (RSI) Gunungkidul baru…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Sebanyak 109 pedagang di kawasan Pantai…
Terkini
Sekolah Rakyat SRMA 13 Bekasi Ciptakan Prestasi dan Kesempatan bagi Siswa dari Kalangan Kurang Mampu
NYALANUSANTARA, Bekasi– Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada…
Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar…
NYALANUSANTARA, Semarang – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar…
Nyalanusantara, Jakarta- Pameran China Import and Export Fair…
NYALANUSANTARA, Magelang– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendampingi…
NYALANUSANTARA, Magelang– Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perbedaan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar,…
NYALANUSANTARA, Semarang – Semangat inklusivitas yang dibangun dalam…
NYALAUSANTARA, KLATEN- Badan Karantina Indonesia mencatat kinerja ekspor durian…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Xiaomi resmi meluncurkan lini terbaru Xiaomi Robot…
Komentar